Sidoarjo – Di tengah rutinitas padat sebagai Kepala Puskesmas, dr. B. Irawatyratna tetap meluangkan waktu untuk melayani pasien yang datang secara langsung ke Puskesmas Gedangan. Tindakan ini menuai apresiasi dari warga yang merasa terbantu dengan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional.
Apresiasi itu datang salah satunya dari Hermawan (49), warga yang datang ke Puskesmas Gedangan meski fasilitas kesehatannya terdaftar di tempat lain. Ia mengaku terkesan karena langsung dilayani oleh Kepala Puskesmas saat memeriksakan kondisinya di Unit Gawat Darurat (UGD).
“Kebetulan selesai beraktivitas badan saya terasa kurang enak, jadi saya memeriksakan darah di Puskesmas Gedangan. Alhamdulillah, saat itu langsung diperiksa oleh Bu Kapus dan pelayanannya sangat baik walaupun faskes saya bukan di Puskesmas Gedangan,” ujar Hermawan.
Kepada wartawan, dr. B. Irawatyratna menyampaikan bahwa melayani masyarakat merupakan kewajiban profesional yang tidak bisa dipisahkan dari perannya sebagai seorang dokter, meskipun dirinya juga memegang tanggung jawab administratif sebagai kepala puskesmas.
“Ini pelayanan di sela tugas tambahan saya sebagai Kepala Puskesmas,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
dr. Ira, sapaan akrabnya, juga menegaskan bahwa pelayanan medis di UGD tetap berjalan optimal tanpa kekurangan sumber daya manusia. Ia memastikan bahwa tim medis siap memberikan layanan terbaik kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan kesehatan, tanpa memandang latar belakang fasilitas kesehatan rujukan.
“Sebagai dokter umum, saya berkewajiban memberikan yang terbaik dan melayani masyarakat, khususnya yang membutuhkan pengobatan. Dan itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang dokter,” tegasnya.
Langkah dr. Irawatyratna menunjukkan bahwa pemimpin pelayanan kesehatan tak hanya mengatur dari balik meja, tetapi juga hadir langsung memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Kepekaannya terhadap kebutuhan pasien menjadi refleksi dari pelayanan kesehatan publik yang humanis dan berorientasi pada kualitas.
Kehadiran sosok kepala puskesmas yang aktif melayani pasien ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya di Sidoarjo, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan primer di puskesmas.(*)
