Jombang – Menjelang Masa Nataru (Natal dan tahun baru) pemberlakuan PPKM Level 3 yang dibatalkan pemerintah diganti dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).
Menyikapi hal tersebut Panitia Khusus (pansus) covid 19 DPRD Jombang menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan stacholder satgas covid 19 Jombang. Ketua Pansus Covid 19 DPRD Jombang Kartiyono mengatakan perlu adanya kontrol dari DPRD sehingga adanya langkah preventif dalam pencegahan sejak dini ledakan covid 19.
“Kami ingin mengetahui peta jalan gugus tugas Covid 19 Jombang, pola seperti apa yang akan diambil untuk pencegahan sejak dini,” ungkap Kartiyono usai rakor di gedung DPRD Jombang, Kamis (9/12/2021).
Dari temuan pansus terdapat catatan seperti penyerapan anggaran dana covid 19 masih rendah, yakni 67%. Dirinya menyadari penggunaan dana bencana non alam ini tidak bisa di prediksi. Artinya, dana tidak terduga bisa tidak terserap 100%.
“Catatan kami penggunaan anggaran masih ada sisa di akhir tahun. Kemungkinan akan menjadi silpa,” Katanya.
Pihaknya mengapresiasi program vaksinisasi di Jombang. Pencapaian vaksinisasi sudah mencapai 80% dari target 70% herd imunity
“Kami tidak segan-segan memberikan apresiasi kepada satgas covid 19 Jombang. Format penggunaan anggaran sudah sesuai dengan kementrian keuangan. Tentunya ini menjawab pertanyaan publik seperti apa penggunaan anggaran covid 19 Jombang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Jombang Budi Nugroho mengatakan akan kembali mengaktifkan satgas covid 19 Jombang selama PKM Nataru.
“Kita akan tetap perketat protokol kesehatan, tetap disiplin 5M selama Nataru, ” ungkap Budi saat di wawancarai usai rapat koordinasi dengan panitia khusus (pansus) COVID-19 di kantor DPRD Jombang, Kamis (9/12/2021).
Dirinya mengaku, selalu siap siaga apalagi dengan adanya varian covid baru (omicron). Persiapan antisipasi tersebut berupa vaksinisasi yang berhasil bahkan melampaui target.
“Vaksinisasi pertama kita melampaui target 80% lebih dari target 70% hear imunity dari target pemerintah. Sejauh ini tidak ada kendala untuk vaksinisasi, ” ujarnya.
Budi menegaskan kasus positif 8 Desember 2021 terdapat dua orang 2 kasus aktif. 1 orang sudah diperbolehkan pulang, sedangkan 1 orang masih di rawah di RSUD Jombang.
“Dari 12.415 total kasus aktif, 10.857 sembuh dan 1.556 meninggal dunia,” bebernya.
Budi berpesan agar masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir berlebihan dengan varian omicron. Tetap menjaga prokes dan vaksinisasi tetap dilaksanakan.
