Mojokerto – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana kebersamaan di kalangan pelaku usaha Kabupaten Mojokerto terasa kian hangat. Di tengah ritme Ramadan yang menuju penghujung, Himpunan Harapan Mitra Pengusaha (HMP) Kabupaten Mojokerto menggelar pembagian bingkisan lebaran kepada para anggotanya di Cafe Bangsal, Selasa (17/3/2026). Kegiatan itu bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan juga menjadi penanda bahwa solidaritas antarpelaku usaha tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Pembagian bingkisan tersebut berlangsung dengan suasana akrab dan penuh rasa syukur. Paket lebaran yang diterima anggota HMP berasal dari Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Isi bingkisan berupa perlengkapan ibadah, antara lain mukena, sarung tenun, dan sajadah. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian kepada para anggota organisasi agar dapat menyambut hari kemenangan dengan lebih siap, sekaligus menambah semangat kebersamaan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Ketua HMP Kabupaten Mojokerto, Riki Rosadi, mengatakan kegiatan ini menjadi momen yang berarti bagi jajaran pengurus dan anggota. Menurut dia, bingkisan yang diterima bukan hanya bernilai materi, tetapi juga membawa pesan kepedulian yang dirasakan langsung oleh para penerimanya.
“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan bingkisan lebaran ini untuk anggota kami. Semoga bisa bermanfaat dan menambah kebahagiaan saat Idul Fitri,” terangnya.
Riki menjelaskan, perhatian seperti ini dinilai penting bagi komunitas pelaku usaha yang selama ini terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha masing-masing. Dalam situasi persaingan bisnis yang semakin ketat, dukungan moral dan kebersamaan antarsesama anggota menjadi modal yang tak kalah penting dibanding bantuan materi. Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dipelihara sebagai tradisi organisasi menjelang momentum besar keagamaan.
Salah satu pengurus HMP, Efendi, juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Pelaku usaha sablon itu mengaku gembira karena bingkisan yang diterima memiliki manfaat langsung, terutama untuk digunakan saat merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
“Kami sangat berterima kasih. Bingkisan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk dipakai saat lebaran nanti,” ucapnya.
Menurut Efendi, perhatian kepada anggota seperti ini mampu menumbuhkan semangat baru di tengah pelaku usaha lokal. Ia menilai, kebersamaan dalam organisasi tidak hanya tercermin dalam rapat atau program kerja, tetapi juga dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan anggota. Hal itu membuat hubungan antarpengusaha menjadi lebih dekat dan tidak sekadar sebatas jejaring bisnis.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan pembagian bingkisan lebaran ini juga memperlihatkan peran organisasi dalam merawat rasa persaudaraan di lingkungan usaha daerah. HMP Mojokerto memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat tali silaturahmi, membangun optimisme, dan menegaskan bahwa pelaku usaha lokal dapat tumbuh bersama melalui solidaritas. Kehadiran bantuan dari Tommy Soeharto pun memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, karena dinilai memperluas dukungan bagi komunitas usaha di daerah.
Bagi para anggota, bingkisan lebaran itu menjadi simbol perhatian sekaligus penyemangat menyambut [Maret 2026] yang penuh harapan. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang biasanya meningkat menjelang lebaran, bantuan perlengkapan ibadah tentu memberi nilai manfaat tersendiri. Lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan bahwa kebersamaan yang dirawat dengan tulus dapat menjadi kekuatan penting bagi pelaku usaha untuk terus bertahan dan berkembang di tengah masyarakat.
