Jakarta – Dunia balap motor Indonesia kembali mencetak sejarah baru. Dua pebalap muda lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, resmi diumumkan akan tampil dalam ajang bergengsi MotoGP 2026. Veda akan berkompetisi di kelas GP Moto3 bersama Honda Team Asia, sedangkan Mario akan melanjutkan kiprahnya di kelas GP Moto2 dengan tim yang sama.
Langkah bersejarah ini menegaskan konsistensi PT Astra Honda Motor (AHM) dalam membina talenta balap Tanah Air. Veda Ega Pratama, yang baru berusia 17 tahun, berhasil mengamankan tiket menuju Moto3 setelah tampil impresif sebagai runner up di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC) 2025. Dalam musim debutnya di GP Moto3, ia akan berduet dengan pebalap Jepang, Zen Mitani.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan ini. Sejak kecil saya bermimpi membalap di Grand Prix, dan kini impian itu jadi kenyataan. Saya akan berusaha cepat beradaptasi dan memberikan performa terbaik untuk Indonesia,” ujar Veda penuh semangat.
Sementara itu, Mario Suryo Aji, yang telah berlaga di Grand Prix sejak 2022, akan memasuki musim kelimanya di ajang MotoGP melalui kelas Moto2. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut sebelumnya tampil di kelas Moto3 selama dua musim sebelum naik ke Moto2 pada tahun 2024.
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting bagi dunia balap Indonesia.
“Veda menjadi pebalap kelima lulusan AHRS yang menembus ajang Grand Prix setelah Dimas Ekky, Gerry Salim, Andi Gilang, dan Mario Suryo Aji. Kami berharap kesuksesan mereka bisa menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi dan berprestasi,” ungkapnya.
Veda sendiri memulai kariernya dari lintasan sederhana di Pasar Sapi, Gunung Kidul, Yogyakarta. Lulusan AHRS tahun 2019 itu menapaki tangga karier balap dengan cepat. Ia tampil konsisten di ajang Asia Talent Cup (ATC) 2022 dan berhasil finis ketiga, lalu menjuarai ATC 2023 pada usia 14 tahun. Setelah memperkuat Astra Honda Racing Team (AHRT) di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Supersport 600, performanya menanjak hingga kini dipercaya tampil di ajang MotoGP.
Sementara itu, Mario Aji, jebolan AHRS 2016, telah melewati perjalanan panjang selama hampir satu dekade. Sejak tampil di Thailand Talent Cup 2017 hingga membela tim AHRT di ajang ARRC dan ATC, Mario terus menunjukkan konsistensi. Pada 2019, ia berkiprah di FIM CEV Moto3 Junior World Championship dan mencatat pole position di Catalunya 2021, yang kemudian membuka jalan baginya menuju GP Moto3.
Kini, pada musim 2026 mendatang, Indonesia akan memiliki dua wakil sekaligus di panggung MotoGP, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah balap nasional.
Dengan semangat muda dan dedikasi tinggi, keduanya diharapkan dapat membawa harum nama Indonesia di lintasan dunia. Seperti yang disampaikan Octavianus Dwi, perjalanan panjang ini membuktikan bahwa pembinaan yang berjenjang dapat melahirkan talenta global dari Tanah Air.
“Ini bukan sekadar prestasi pribadi, tapi juga bukti bahwa mimpi anak bangsa bisa menembus batas dunia,” tutup Octavianus.
