Jakarta – Komisi V DPR RI meminta pemerintah untuk memperpanjang masa diskon tarif tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. Diskon yang sebelumnya direncanakan berlaku dalam periode tertentu diusulkan agar diterapkan secara penuh mulai 24 Maret hingga 10 April 2025.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menyatakan bahwa kebijakan ini akan membantu masyarakat dalam mengurangi beban biaya perjalanan selama periode Lebaran.
“Usulan kebijakan memperpanjang masa diskon tarif tol ini bertujuan untuk menghindari penumpukan kendaraan saat arus mudik maupun balik pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan,” ujar Ridwan di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Ia juga meminta agar diskon tol tidak hanya diberlakukan di ruas Tol Trans-Jawa, tetapi juga mencakup seluruh ruas jalan tol di Indonesia. Menurutnya, langkah ini akan memberikan manfaat lebih luas, terutama bagi daerah yang mengandalkan jalur darat sebagai akses utama mobilitas masyarakat.
“Selain sebagai kompensasi atas belum terpenuhinya standar pelayanan minimal jalan tol, kebijakan ini juga bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas, meningkatkan sektor wisata, serta mempercepat perputaran ekonomi daerah,” tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan kebijakan diskon tarif tol sebesar 20 persen pada beberapa ruas tol selama enam hari, yakni empat hari untuk arus mudik (24-27 Maret) dan dua hari untuk arus balik (8-9 April). Beberapa ruas tol yang mendapat diskon antara lain Tol Jakarta-Cikampek, Tol Mohammed Bin Zayed (MBZ), Tol Palimanan-Kanci, Tol Batang-Semarang, dan Tol Semarang ABC.
Selain itu, beberapa ruas jalan tol juga direncanakan mendapatkan tambahan diskon hingga 30 persen untuk pengguna tertentu. PT Jasa Marga dan PT Hutama Karya sebagai pengelola tol telah menyiapkan skema penerapan kebijakan ini guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Dengan perpanjangan masa diskon hingga 10 April, DPR berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman, lancar, serta lebih terjangkau selama Lebaran 2025.
