Sangatta – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur, Andi Palesangi mewakili DLH Kutim menerima penghargaan kearsipan terbaik dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim. Di tengah tepuk tangan hadirin, ia mengangguk singkat dan berkata, “Terima kasih untuk semua kerja keras tim kami.”
Penghargaan itu diserahkan dalam kegiatan bertajuk “Strategi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Kearsipan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutim”, Selasa (11/11/2025) kemaren, sebagai bentuk apresiasi terhadap perangkat daerah yang menunjukkan kinerja unggul dalam pengelolaan arsip dan pemanfaatan aplikasi digital. DLH Kutim menjadi salah satu dari tiga dinas yang dinilai terbaik, bersama Perkim dan Dishub.
Penilaian dilakukan melalui audit internal yang berlangsung sejak awal 2025. Aspek yang dievaluasi mencakup kerapian pengelolaan arsip dinamis, konsistensi penggunaan aplikasi Srikandi, hingga peran aktif pimpinan dalam membangun sistem kearsipan yang tertib dan berkelanjutan.
Andi Palesangi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim DLH atas komitmen dan kerja keras selama ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DLH yang telah berupaya maksimal. Tanpa kolaborasi dan disiplin tim, pencapaian ini tidak mungkin terwujud. Kami bersyukur dan akan berbenah menjadi lebih baik lagi,” ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan dorongan untuk terus memperbaiki tata kelola administrasi secara digital.
“Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas kearsipan, karena kami percaya dokumentasi yang baik adalah pondasi pelayanan publik yang terpercaya,” imbuhnya.
Kepala Dispusip Kutim, Ayub, menjelaskan bahwa audit dilakukan untuk mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan, dari yang manual ke arah digital, efektif, dan akuntabel.
“Arsip merupakan aset penting daerah yang berperan sebagai memori kolektif dan dasar pengambilan keputusan pemerintahan,” tegas Ayub.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi strategi digitalisasi kearsipan melalui aplikasi Srikandi, yang menjadi bagian penting dari pembangunan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kutim.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim untuk memperkuat sistem informasi, meningkatkan pelayanan publik, serta membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan.
Dengan penghargaan yang diterima, DLH Kutim menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju. Di bawah kepemimpinan Andi Palesangi, pengelolaan arsip tak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai instrumen strategis dalam mendukung pemerintahan yang lebih responsif dan berdaya saing. (ADV).
