Jember – Nama Kabupaten Jember kembali mencuri perhatian di forum nasional. Kali ini, bukan hanya karena potensi pertaniannya, tetapi juga industri cerutu yang telah menembus pasar internasional. Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait memperkenalkan cerutu produksi daerahnya dalam forum Indonesia Future Leader #2 yang digelar Total Politik, Kamis (15/10/2026).
Dalam forum bertema “Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo” tersebut, Jember mendapat julukan menarik dari pembawa acara podcast Total Politik, Budi Adiputro, yang menyebut daerah di Jawa Timur itu sebagai “Kuba-nya Indonesia”.
“Jember ini Kuba-nya Indonesia,” ujar Budi saat membawakan podcast bersama Arie Putra.
Menurut Budi, Jember sudah lama dikenal memiliki tembakau berkualitas serta produk cerutu yang mampu menjangkau pasar mancanegara.
“Jember ini kan yang terkenal tembakaunya bagus dan cerutunya,” ungkapnya.
Mendapatkan sorotan tersebut, Gus Fawait memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk cerutu lokal kepada para peserta. Sambil membagikan cerutu produksi Jember, ia juga mengundang para peserta untuk datang langsung ke daerah yang dipimpinnya.
“Kalau bicara cerutu ya Jember, ayo datang ke Jember,” kata Gus Fawait.
Potensi industri cerutu Jember bukan sekadar kebanggaan daerah. Menurut data yang disampaikan Gus Fawait dalam sesi ramah tamah, terdapat enam perusahaan produsen cerutu yang beroperasi di Kabupaten Jember.
Keenam perusahaan itu meliputi PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar), Mangli Djaya Raya (MDR), Dwipa Nusantara Tobacco (DNT), Kopkar Kartanegara, Burger Söhne AG, dan Villiger Söhne AG.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, sekitar 90 persen produksi keenam perusahaan itu ditujukan untuk pasar ekspor. Cerutu Jember bahkan disebut telah menjangkau 45 negara, mulai dari Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, Timur Tengah, China, hingga kawasan Asia Tenggara.
Capaian ini memperlihatkan bahwa tembakau Jember memiliki peluang ekonomi yang tidak berhenti pada sektor perkebunan. Melalui proses pengolahan, komoditas tersebut menjadi produk bernilai tambah yang mampu memasuki pasar internasional.
Salah satu jenis tembakau yang dikenal dalam industri cerutu Jember adalah Na-Oogst, yang memiliki sejarah panjang dalam budidaya tembakau di wilayah tersebut.
Besarnya jangkauan pasar ekspor juga membuka peluang bagi penguatan industri pengolahan, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan ekonomi daerah. Namun, manfaatnya bagi petani dan masyarakat lokal tetap menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan industri tembakau.
Kehadiran Gus Fawait dalam Indonesia Future Leader #2 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi Jember di hadapan sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah.
Dalam forum tersebut, Gus Fawait hadir sebagai panelis penanggap bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif.
Sejumlah tokoh lain turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Penyebutan Jember sebagai “Kuba-nya Indonesia” menjadi perhatian tersendiri dalam kegiatan tersebut. Julukan itu merujuk pada reputasi Jember sebagai daerah penghasil tembakau berkualitas dan salah satu wilayah yang memiliki industri cerutu berorientasi ekspor.
Melalui momentum ini, Gus Fawait memperkenalkan cerutu Jember sekaligus mengajak masyarakat luas mengenal lebih dekat potensi daerahnya.
Dengan dukungan sektor perkebunan dan industri pengolahan, cerutu berpeluang terus menjadi salah satu produk unggulan Jember. Tantangan berikutnya adalah memastikan geliat industri tersebut juga berdampak nyata terhadap kesejahteraan petani tembakau dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.( ADV )
