“Ada beberapa waktu lalu, saya menerima pengaduan dari beberapa masyarakat. Setelah itu saya langsung menghubungi pihak Kadisdamkartan. Akan tetapi sejak saya hubungi per 9 September lalu sampai saat ini belum juga ada respon,” paparnya.
“Namun sampai saat ini masih belum ada keputusan. Tapi saya pastikan tahun depan sudah ada keputusannya,” ungkap Abdul Haris beberapa waktu lalu.
“Namun masyarakat kan pasti khawatir jika tidak paham dan itu akan memicu kegaduhan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Balikpapan – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Diksi Terpumpun IKP 2023 bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan ini dibuka oleh…
Kutim – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-78 di halaman Kantor Bupati Kutim, Kamis (30/11/2023). Dalam kesempatan tersebut,…
Bontang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para santri Kota Bontang. Kali ini, mereka berhasil meraih juara umum sembilan kali berturut-turut dalam Festival Anak Sholeh Indonesia…
“Kalau dilihat kasat mata saya ragu proyek itu bisa selesai dengan rentang waktu kurang dari satu bulan lagi,” ungkap Abdul Haris saat dikonfirmasi, Rabu (29/11/2023).
Penghargaan ini tidak datang sendirinya, tetapi ada kriteria, seleksi, administrasi, dan persyaratan, kata Sri Wahyuni.
Kerjasama ini sejalan kebijakan nasional untuk mendorong pembangunan blue economy di daerah, kata Akmal.
“Penyebaran hoaks ini berbahaya. Karena dapat menimbulkan dampak negatif seperti polarisasi di masyarakat, merusak harmoni kebersamaan dan menyebabkan konfklik,” ungkap Helmi Hafid.