Kutim – Ratusan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) memadati Lapangan Helipad, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta, untuk mengikuti Tradisional Archery Tournament Bupati Cup Series II tahun 2023. Turnamen ini resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman pada Minggu (2/7/2023).
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi kegiatan ini yang semakin bertambah setiap tahunnya. Tahun 2022 peserta hanya 110 orang, pada tahun 2023 peserta luar biasa sebanyak 250 orang.
“Ini menunjukkan bahwa olahraga panahan tradisional semakin diminati di Kutai Timur,” ungkap Ardiansyah Sulaiman.
Peserta turnamen ini datang dari berbagai daerah di Kaltim, seperti Kutai Kartanegara, Bontang, dan Berau. Adapula peserta anak yang datang jauh-jauh dari Jakarta.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Kutim. Selamat bertanding junjung sportifitas,” pesannya.
Untuk kelas yang diperlombakan, yakni jarak 5 meter dan 10 meter untuk anak-anak, serta jarak 40 meter serta 70 meter untuk dewasa. Pada malam nanti, akan diperlombakan kualifikasi sesi pertama jarak 70 meter.
“Khusus pada turnamen kali ini, kami akan mengadakan lomba panahan di malam hari,” kata Ketua FESPATI Kutai Timur Mohammad Anil Rehman selaku ketua panitia.
Kemudian khusus untuk kelas dewasa, pada turnamen kali ini menggunakan sistem akumulasi pion dan memperebutkan piala bergilir Bupati Kutai Timur, khusus diperebutkan untuk beregu atau tim. Namun piala bergilir ini baru bisa dibawa pulang jika regu atau tim tersebut secara berturut-turut 3 kali menjadi juara umum Bupati Cup.
“Dan insyaa allah, untuk final 8 besar dewasa, para pemanah nantinya akan memanah dari atas panggung kita ini,” kata Anil Rehman.
Anil Rehman berharap, turnamen ini dapat menjadi wadah bagi para atlet panahan tradisional untuk mengasah kemampuannya. Ia juga berharap, pada Fornas 2025 mendatang, atlet Fespati Kutai Timur bisa membawa pulang mendali.
“Selamat bertanding kepada seluruh pemanah, semoga mendapatkan hasil terbaik,” kata Anil Rehman.
Mengembangkan Olahraga Tradisional
Kegiatan Tradisional Archery Tournament Bupati Cup Series II tahun 2023 ini merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengembangkan olahraga tradisional, khususnya panahan. Bupati Ardiansyah Sulaiman sendiri memiliki komitmen untuk mengembangkan olahraga tradisional di daerahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa olahraga panahan tradisional memiliki nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan. Panahan tradisional juga merupakan olahraga yang dapat meningkatkan kebugaran dan ketangkasan.
“Olahraga panahan tradisional ini memiliki nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan. Selain itu, olahraga ini juga dapat meningkatkan kebugaran dan ketangkasan,” terangnya.
Bupati Ardiansyah Sulaiman juga menyampaikan rencananya untuk membangun venue khusus panahan tradisional di Kutai Timur. Venue ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para atlet panahan tradisional untuk berlatih dan berkompetisi.
“Kami juga berencana untuk membangun venue khusus panahan tradisional di Kutai Timur. Venue ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para atlet panahan tradisional untuk berlatih dan berkompetisi,” kata Bupati Ardiansyah.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan olahraga panahan tradisional di Kutai Timur dapat terus berkembang dan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
