Ponorogo – Seperti embun di tengah kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus meningkatkan kesiagaan dan langkah mitigasi untuk mengatasi potensi meluasnya dampak kekeringan di wilayah tersebut. Upaya distribusi air bersih menggunakan truk tangki intensif dilakukan, menjangkau wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sudah ada enam desa di tiga kecamatan yang rutin menerima suplai air bersih. Angka ini meningkat dari lima desa pada Juli 2024, dengan Desa Wates di Kecamatan Slahung menjadi desa terbaru yang mengalami krisis air bersih.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan, termasuk untuk desa-desa baru yang mengajukan permohonan bantuan,” ujar Masun pada Rabu (21/8/2024).
Daerah Terdampak dan Penanganan
Desa yang lebih dahulu terdampak dan telah mendapat bantuan rutin dari BPBD meliputi Desa Snepo dan Desa Duri di Kecamatan Slahung, Desa Karangan dan Desa Dayakan di Kecamatan Badegan, serta Desa Belang di Kecamatan Bungkal. BPBD juga menempatkan tandon air di beberapa dusun untuk memudahkan warga mengambil air.
“Setiap desa yang terdampak mendapatkan distribusi air dua kali setiap pekan untuk menjamin ketersediaan air bersih, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak,” tambah Masun.
Siaga Kekeringan di Ponorogo
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, menyebutkan bahwa pada tahun lalu, kekeringan melanda 17 dukuh di delapan desa dari enam kecamatan. Tahun ini, Kabupaten Ponorogo kembali masuk dalam daftar 13 kabupaten/kota di Jawa Timur yang siaga kekeringan, berdasarkan assessment dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Daerah-daerah tersebut meliputi Kabupaten Bangkalan, Bojonegoro, Lamongan, Ponorogo, Jombang, Kabupaten Blitar, Bondowoso, Pacitan, Kabupaten Malang, Sampang, Pamekasan, Trenggalek, dan Gresik.
Dengan situasi ini, BPBD Ponorogo berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan, memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi di tengah musim kering yang melanda.
