Jakarta — Meski PPKM resmi pemerintah cabut, namun virus corona penyebab Covid-19 masih terus bermutasi. Terbaru adalah subvarian Omicron CH.1.1 atau Orthrus yang telah terdeteksi di Indonesia.
Pencabutan PPKM tak berarti pula masyarakat bisa sebebasnya tidak mengenakan masker saat berkegiatan.
Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa masker tetap kita perlukan. Pasalnya, ancaman Covid-19 berpotensi memicu risiko long Covid yang tinggi.
Bermasker tak berarti sakit, melainkan bentuk pencegahan dini saat ada risiko infeksi tanpa gejala.
Subvarian Orthrus sendiri masuk ke dalam kategori variants under monitoring (VuM) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Subvarian satu ini tercurigai memiliki karakteristik virus yang memicu risiko di masa mendatang.
Kementerian Kesehatan RI juga telah mengonfirmasi adanya 14 kasus Covid-19 subvarian Orthrus di Indonesia.
Sebuah tinjauan pracetak yang telah terbit di BioRxiv menyebut, Orthrus memiliki ‘ketahanan netralisasi yang konsisten dan lebih kuat daripada XBB, XBB.1, dan XBB.1.5’.
Artinya, Orthrus lebih menular dibanding varian-varian sebelumnya. Orthrus juga terduga sebagai bentuk ‘perkawinan’ varian Omicron dan Delta karena memiliki sifat dari kedua varian tersebut.
Selain itu, Orthrus juga kebal terhadap antibodi, baik yang dihasilkan dari infeksi maupun vaksinasi.
Gejala Covid-19 subvarian Orthrus
Hingga kini belum terlaporkan gejala subvarian Orthrus. Namun, meyakini subvarian ini memicu gejala seperti para pendahulunya.
Gejala Covid-19 subvarian Orthrus yang sudah ada laporannya hanya berupa sakit tenggorokan, pilek, dan batuk. Selain ketiga gejala tersebut, Orthrus juga bisa memicu sejumlah gejala sebagai berikut.
1. Demam
Tiap infeksi bisa kita pastikan memicu demam. Demam menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan virus, termasuk virus penyebab Covid-19.
2. Kelelahan
Meski tidak melakukan aktivitas fisik berarti, tubuh bisa terasa lelah luar biasa. Tubuh mengerahkan segenap energi untuk melawan penyakit dan peradangan akibat infeksi.
3. Sakit kepala
Umumnya, infeksi Covid-19 akan memicu sakit kepala. Hal ini sangat mungkin terjadi pada infeksi subvarian Orthrus.
Sebagai gejala Covid-19 subvarian Orthrus, sakit kepala muncul dengan sensasi berdenyut dan bertahan dalam beberapa waktu.
