Surabaya – Seperti merajut jembatan antara kebijakan dan dunia usaha, Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur resmi memasuki babak baru penguatan kelembagaan. Organisasi bisnis berskala internasional ini menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam penguatan UMKM Jawa Timur melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Kepengurusan Asia Small Business Federation Jawa Timur dinyatakan sah setelah penyerahan Surat Keputusan (SK) yang dirangkaikan dengan audiensi bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Kamis (22/01/2025). Pertemuan yang digelar di Surabaya tersebut menjadi langkah awal penyelarasan peran ASBF Jawa Timur dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan koperasi dan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan teknologi.
Dalam struktur kepengurusan terbaru, Dr. Meithiana Indrasari kembali dipercaya sebagai Chief Executive Regional ASBF Jawa Timur. Kepercayaan ini melanjutkan kepemimpinan yang menitikberatkan pendekatan kolaboratif lintas sektor, peningkatan kapasitas usaha, serta pembangunan ekosistem UMKM yang berdaya saing dan berkelanjutan. ASBF diposisikan sebagai mitra strategis yang berjalan seiring dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha.
“Kami memandang UMKM tidak hanya perlu bertambah secara jumlah, tetapi juga bertumbuh secara kualitas. ASBF hadir untuk berjalan bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas, daya saing, dan keberlanjutan small business di kancah dunia,” ujar Dr. Meithiana dalam audiensi tersebut.
Dukungan terhadap pembentukan ASBF Jawa Timur disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa. Ia menilai kehadiran ASBF sebagai mitra kolaboratif yang sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong koperasi dan UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota.
“Kami terbuka untuk kemitraan yang produktif dan berdampak langsung. Sinergi ini penting agar UMKM Jawa Timur mampu berkembang secara merata dan berkelanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Ia menegaskan kesiapan Kominfo Jawa Timur untuk berkolaborasi dalam pengembangan talenta digital, literasi digital pelaku usaha, serta pemanfaatan ekosistem digital sebagai penopang transformasi UMKM.
Ke depan, ASBF Jawa Timur akan memfokuskan program pada penguatan city branding dan communal branding guna mempertegas identitas serta keunggulan daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun positioning yang jelas bagi setiap kabupaten dan kota, sekaligus meningkatkan daya tarik produk dan jasa unggulan daerah di pasar nasional maupun global. Selain itu, pengembangan talenta digital melalui small business juga menjadi prioritas untuk menjawab kebutuhan transformasi ekonomi berbasis digital.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelaku usaha, ASBF Jawa Timur menyiapkan program sertifikasi kompetensi nasional dan internasional guna meningkatkan kredibilitas dan membuka peluang jejaring usaha lintas daerah serta lintas negara. Penguatan kelembagaan akan dilanjutkan melalui pelantikan dan pengukuhan kepengurusan ASBF Jawa Timur hingga 38 kabupaten dan kota bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dengan jejaring global yang telah terbentuk di 18 negara Asia dan Asia Pasifik, kehadiran ASBF Jawa Timur diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM daerah untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan.
