Samarinda – Dalam forum Leadership Experience Sharing Session III, Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan relevansi 50 program unggulan pemerintahannya dengan pendekatan nyata yang menyentuh kebutuhan warga. Program‑program ini bukan hanya dokumen visi-misi, melainkan dirancang dan dijalankan berdasarkan potensi khas daerah serta kebutuhan riil masyarakat.
Ia menekankan bahwa slogan Menuju Kutai Timur Hebat bukan retorika kosong, melainkan panggilan untuk kerja keras dan kolaborasi antar elemen masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa program-program ini bukan hanya sekadar janji, tetapi adalah bentuk komitmen nyata,”
tegas Ardiansyah.
Dari segi pendidikan, Pemkab Kutim menetapkan beberapa program unggulan: pemberian empat seragam wajib, buku, dan sepatu untuk siswa sekolah negeri serta pemberian 1.000 beasiswa bagi hafidz dan hafidzah tingkat SD–SMP untuk menyelaraskan pendidikan agama dan akademik.
Dalam bidang kesehatan dan sosial, ia mengangkat program pemberantasan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita.
Di sektor ekonomi dan lingkungan, program RT 250 Juta per Tahun menjadi salah satu unggulan, di mana setiap RT diberikan ruang anggaran untuk memperbaiki infrastruktur atau drainase di lingkungannya sendiri.
Ardiansyah juga menguraikan program infrastruktur seperti 1 Desa 1 Kendaraan Operasional agar petugas desa bisa menjangkau wilayah sulit, serta listrik desa menyala 24 jam. Dukungan kepada pelaku UMKM juga dihadirkan dalam bentuk bantuan modal hingga Rp 25 juta per unit usaha di desa.
Selain itu, pelayanan kesehatan diperkuat melalui dokter keliling ke wilayah terpencil, revitalisasi drainase kota, dan pembangunan ruang terbuka hijau sebagai ruang publik sekaligus area rekreasi masyarakat.
Ardiansyah menegaskan bahwa visi pemerintahannya bukan berhenti di atas kertas, melainkan harus terasa langsung oleh warga. Dengan pendekatan yang bersentuhan langsung dan menyentuh aspek kebutuhan masyarakat, Pemkab Kutim berupaya agar perubahan menjadi nyata dan terukur.
Kepemimpinan publik versi Ardiansyah menggabungkan visi, program unggulan, dan contoh pelaksanaan konkret agar masyarakat tidak hanya melihat rencana, tetapi merasakan dampaknya.
