Jember – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Dusun Puloombo dan Dusun Jurojuh, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Minggu (8/11/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan, pohon tumbang, hingga tiang listrik roboh.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya 237 kepala keluarga (KK) terdampak bencana angin kencang tersebut. Rinciannya, enam rumah mengalami rusak sedang dan 231 KK terdampak kerusakan ringan. Selain itu, lima warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa angin kencang yang menyertai hujan dengan intensitas sedang menyebabkan kerusakan di sejumlah titik wilayah Desa Sumbersalak.
“Angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang, merusak atap rumah warga, merobohkan tiang PLN, serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum,” demikian laporan BPBD Jember.
Dampak terparah terjadi di Dusun Puloombo. Enam rumah warga mengalami kerusakan sedang, mulai dari atap rumah yang rusak hingga tembok bangunan yang ambrol.
Sementara itu, kerusakan ringan tersebar di sejumlah RT dan RW di Dusun Puloombo serta Dusun Jurojuh. Ratusan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap akibat terjangan angin.
Tak hanya rumah warga, fasilitas umum juga ikut terdampak. Tercatat enam unit atap bangunan mengalami kerusakan ringan, terdiri dari empat mushola, Masjid Nurul Amin, dan bangunan sekolah MI Nuruzzaman.
Bencana tersebut juga menyebabkan sekitar 20 pohon tumbang, satu barongan bambu roboh, serta satu tiang listrik PLN ambruk. Kabel jaringan listrik turut tertimpa pohon sehingga menyebabkan aliran listrik di lokasi terdampak padam.
Lima warga yang mengalami luka-luka masing-masing Siti Khadijah, Alimin, Maysaroh, Mili, dan Tin. Mereka mengalami luka lecet di bagian kepala, sementara sebagian korban juga mengalami luka pada kaki. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Ledokombo.
Menerima laporan dari Muspika pada pukul 14.30 WIB, tim BPBD Jember langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur Muspika, pemerintah desa, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat melakukan asesmen serta penanganan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan.
Hingga pukul 20.00 WIB, petugas masih melakukan penanganan di lokasi terdampak. Warga juga mulai memperbaiki rumah masing-masing secara mandiri.
Dalam kondisi terkini, hujan dilaporkan telah reda. Namun, aliran listrik masih padam dan petugas PLN tengah melakukan perbaikan jaringan listrik yang terdampak.
BPBD Jember merekomendasikan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan penanganan pascabencana, termasuk penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak serta pemantauan perkembangan kondisi di lapangan.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan bencana tersebut, di antaranya BPBD Jember, Kecamatan Ledokombo, Koramil, Polsek, Puskesmas, Destana, perangkat desa, PLN, PMI, Baret Rescue, Relawan Rock and Roll, relawan mandiri, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan, terutama terhadap potensi angin kencang, pohon tumbang, dan kerusakan bangunan yang dapat membahayakan keselamatan warga.
