Kutim – Dari peringkat kedelapan menuju singgasana juara umum. Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatatkan lompatan prestasi membanggakan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) KORPRI IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Duet Ketua Badan Pembina Olahraga (Bapor) KORPRI Kutim, Syahfur, bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim sekaligus Ketua Kontingen, Basuki Isnawan, menjadi dua figur penting dalam mendukung perjuangan atlet hingga berhasil mengoleksi 17 medali emas, 20 perak, dan 16 perunggu dengan total 53 medali.
Keberhasilan tersebut memastikan Kutim keluar sebagai juara umum berdasarkan klasemen akhir Porprov KORPRI IV Kaltim 2026. Kompetisi yang berlangsung di Sangatta, Kutai Timur, pada 31 Oktober hingga 8 November 2026 itu menjadi momentum istimewa bagi tuan rumah. Selain berhasil menduduki puncak klasemen, Kutim juga mencatatkan peningkatan prestasi signifikan dibandingkan Porprov KORPRI III Kaltim yang diselenggarakan di Kabupaten Paser pada 2–6 Desember 2024, ketika kontingen Kutim masih berada di peringkat kedelapan.
Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Kutim berhasil melesat hingga menjadi kontingen terbaik. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan peningkatan daya saing atlet aparatur sipil negara (ASN) Kutim dalam menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi.
Berdasarkan poster klasemen akhir Porprov KORPRI IV Kaltim 2026, Kutim menempati peringkat pertama dengan 17 emas, 20 perak, dan 16 perunggu. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 13 emas, 10 perak, dan 17 perunggu atau total 40 medali.
Sementara itu, Kota Samarinda berada di peringkat ketiga dengan 7 emas, 6 perak, dan 7 perunggu atau total 20 medali. Kabupaten Kutai Barat menempati posisi keempat dengan 6 emas, 3 perak, dan 5 perunggu, sedangkan kontingen Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kaltim berada di urutan kelima dengan 5 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Keunggulan empat medali emas atas Kukar memastikan Kutim berada di posisi teratas klasemen akhir. Selain memiliki koleksi emas terbanyak, Kutim juga mencatatkan jumlah keseluruhan medali tertinggi di antara 21 kontingen yang tercantum dalam klasemen.
Di balik pencapaian tersebut, kolaborasi Syahfur dan Basuki menjadi bagian penting dari dukungan organisasi terhadap perjuangan kontingen Kutim.
Syahfur yang juga menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim memiliki tanggung jawab sebagai Ketua Bapor KORPRI dalam mendukung pembinaan olahraga ASN. Sementara Basuki Isnawan berperan mengawal perjuangan atlet melalui kapasitasnya sebagai Ketua Kontingen sekaligus Kepala Dispora Kutim.
Sinergi keduanya menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, membangun semangat kebersamaan, serta memberikan dukungan kepada atlet yang bertanding membawa nama daerah.
Ketua Bapor KORPRI Kutim, Syahfur, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Porprov KORPRI IV Kaltim 2026. Terlebih, kegiatan olahraga tingkat provinsi tersebut dapat terlaksana di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut pemerintah daerah mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
“Alhamdulillah ini sudah berjalan, ini sudah di hari terakhir, insya Allah nanti malam sudah penutupan, dan kita sudah memaksimalkan semua cabor-cabor,” ujar Syahfur saat ditemui awak media di GOR Kudungga, Sangatta, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Syahfur, penyelenggaraan Porprov KORPRI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga untuk memperebutkan medali. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama ASN dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Melalui pertandingan olahraga, para peserta memperoleh kesempatan membangun komunikasi dan kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan pemerintahan.
“Kita bersyukur, di tengah kondisi efisiensi, kita masih bisa melaksanakan kegiatan Porprov Korpri ini. Salah satunya, pertama kita meningkatkan silaturahmi antar-ASN yang selama ini sudah bekerja keras di internal masing-masing,” ungkap Syahfur.
Bagi Syahfur, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala provinsi di tengah keterbatasan anggaran menjadi pengalaman penting bagi Kutim.
Selain memperkuat solidaritas antaranggota KORPRI, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi daerah untuk menunjukkan kesiapan fasilitas olahraga serta kemampuan mendukung pelaksanaan kompetisi yang melibatkan berbagai kontingen.
Keberhasilan sebagai tuan rumah semakin lengkap dengan pencapaian kontingen Kutim yang berhasil mengamankan gelar juara umum.
Menjelang berakhirnya pertandingan, Kutim sebelumnya telah mengumpulkan 16 medali emas dan masih memiliki peluang menambah perolehan melalui cabang olahraga bulu tangkis.
Tambahan satu medali emas kemudian melengkapi pencapaian kontingen tuan rumah menjadi 17 emas. Berdasarkan klasemen akhir, Kutim juga mengoleksi 20 perak dan 16 perunggu sehingga total perolehan medali mencapai 53 keping.
Sementara itu, Ketua Kontingen Porprov KORPRI IV Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh atlet yang telah memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah, seluruh cabang olahraga sudah berjuang maksimal. Kita bersyukur atas hasil yang diraih sampai hari terakhir pertandingan,” ujar Basuki saat diwawancarai di GOR Kudungga, Sangatta, Sabtu (7/11/2026).
Basuki menjelaskan bahwa persaingan antarkontingen berlangsung ketat. Setiap daerah memiliki atlet dengan kemampuan kompetitif sehingga perjuangan meraih medali membutuhkan konsentrasi dan kerja keras.
Salah satu pertandingan yang menjadi perhatian adalah cabang olahraga bola voli putri. Kutim sebelumnya memiliki peluang menambah koleksi medali emas, tetapi harus menghadapi persaingan berat dari kontingen lawan.
Meski demikian, hasil pertandingan tersebut tidak mengurangi keberhasilan kontingen tuan rumah dalam mempertahankan posisi puncak klasemen.
Perolehan medali dari berbagai cabang olahraga lainnya menjadi penopang utama keberhasilan Kutim meraih predikat juara umum.
Bagi Basuki, pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan bersama seluruh atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.
Sebagai Kepala Dispora sekaligus Ketua Kontingen, Basuki memiliki tanggung jawab dalam mendukung pembinaan olahraga daerah dan mengoordinasikan kebutuhan kontingen selama mengikuti Porprov KORPRI.
Sementara Syahfur melalui Bapor KORPRI memiliki peran dalam mendorong pengembangan olahraga bagi anggota KORPRI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Kolaborasi kedua lembaga tersebut menjadi salah satu unsur pendukung dalam meningkatkan partisipasi ASN pada kegiatan olahraga sekaligus memperkuat semangat kompetisi.
Prestasi Kutim tahun ini juga memiliki nilai penting jika dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
Pada Porprov KORPRI III Kaltim yang berlangsung di Kabupaten Paser pada 2–6 Desember 2024, Kutim hanya menempati posisi kedelapan dalam klasemen akhir.
Namun, pada Porprov KORPRI IV Kaltim 2026, Kutim berhasil membalikkan keadaan dengan menduduki peringkat pertama.
Lompatan posisi tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga KORPRI di Kutai Timur. Pencapaian ini sekaligus menjadi tantangan bagi pengurus Bapor KORPRI dan Dispora untuk mempertahankan prestasi melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Selain Kutim, persaingan dalam Porprov KORPRI IV Kaltim 2026 juga memperlihatkan kekuatan sejumlah kontingen lainnya.
Kota Bontang menempati peringkat keenam dengan 5 emas, 2 perak, dan 11 perunggu atau total 18 medali. Kabupaten Paser berada di peringkat ketujuh dengan 4 emas, 15 perak, dan 11 perunggu atau total 30 medali.
Sementara Kota Balikpapan menempati urutan kedelapan dengan 4 emas, 4 perak, dan 15 perunggu. Kabupaten Berau berada di posisi kesembilan dengan 3 emas, 6 perak, dan 12 perunggu, sedangkan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim melengkapi sepuluh besar dengan 3 emas dan 3 perunggu.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya berlangsung dalam perebutan medali emas, tetapi juga pada perolehan medali perak dan perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Bagi Kutim, keberhasilan meraih 53 medali menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan olahraga ASN pada masa mendatang.
Prestasi tersebut juga diharapkan mendorong semakin banyak anggota KORPRI untuk aktif berolahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, dan membangun semangat kebersamaan di lingkungan pemerintahan.
Di sisi penyelenggaraan, Porprov KORPRI IV Kaltim 2026 menjadi kesempatan bagi Kutim untuk memperlihatkan kesiapan daerah dalam mendukung kegiatan olahraga berskala provinsi.
GOR Kudungga di Sangatta menjadi salah satu pusat pertandingan yang mempertemukan atlet, pelatih, ofisial, serta perwakilan kontingen dari berbagai daerah.
Kehadiran peserta dari luar daerah juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor penginapan, kuliner, transportasi, dan usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan, Kutim kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih.
Pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas latihan, serta regenerasi atlet menjadi kebutuhan agar keberhasilan tahun ini dapat dipertahankan pada penyelenggaraan berikutnya.
Duet Syahfur dan Basuki Isnawan menjadi bagian penting dari perjalanan prestasi tersebut. Melalui peran masing-masing dalam pembinaan olahraga KORPRI dan pengelolaan kontingen, keduanya turut mendukung perjuangan atlet hingga Kutim mampu menorehkan pencapaian tertinggi.
Dari peringkat kedelapan pada Porprov KORPRI III Kaltim 2024 di Kabupaten Paser hingga menjadi juara umum pada Porprov KORPRI IV Kaltim 2026 di kandang sendiri, Kutim berhasil mencatatkan peningkatan prestasi yang signifikan.
Dengan raihan 17 emas, 20 perak, dan 16 perunggu atau total 53 medali, Kabupaten Kutai Timur menutup Porprov KORPRI IV Kaltim 2026 dengan dua pencapaian sekaligus, yakni sukses menjadi tuan rumah dan keluar sebagai juara umum.
