Surabaya – Ketua Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Jawa Timur sekaligus Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menghadiri pelantikan Pengurus Cabang TIDAR Kota Surabaya serta Pelatihan Tunas I dan II TIDAR Surabaya, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya Suites Hotel, Jalan Plaza Boulevard, Surabaya, itu menjadi bagian dari proses kaderisasi TIDAR untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter, kapasitas organisasi, serta pengalaman kepemimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa kaderisasi bukan proses yang bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, generasi muda perlu diberi ruang untuk belajar berorganisasi, membangun karakter, meningkatkan kapasitas, sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“TIDAR adalah kawah candradimuka calon pejuang Partai Gerindra masa depan dan kawah candradimuka pemimpin masa depan,” ujar Gus Fawait.
Ia mengatakan, kaderisasi tidak hanya berorientasi pada kemampuan menjalankan organisasi. Lebih dari itu, para kader harus dipersiapkan agar memiliki karakter serta pengalaman untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar di ruang publik.
Gus Fawait juga mengaitkan proses kaderisasi TIDAR dengan tekad Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia menuju Indonesia Emas.
“Saya berpesan bahwa tekad Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia menuju Indonesia Emas dan arahan Ketua Umum TIDAR, Sis Rahayu, betul-betul menjadi pondasi kita berproses di TIDAR,” katanya.
Menurutnya, kader muda harus terus meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat karakter. Kemampuan organisasi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Kita harus terus membangun kapasitas, memperkuat karakter, dan pada akhirnya hadir untuk membela wong cilik yang selama ini termarjinalkan,” tegasnya.
Gus Fawait menambahkan, kepemimpinan tidak lahir secara tiba-tiba. Karena itu, proses kaderisasi harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, menerima tanggung jawab, membangun jejaring, serta berinteraksi langsung dengan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Penguatan organisasi hingga tingkat cabang, lanjutnya, menjadi bagian penting dari proses tersebut. Kaderisasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membekali generasi muda sebelum mereka mengambil peran dan tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan publik.
Pelatihan Tunas I dan II menjadi salah satu instrumen kaderisasi tersebut. Program ini diarahkan untuk memberikan pembekalan politik dan organisasi sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan kader muda.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan Pemuda; Mengukuhkan TIDAR sebagai Lokomotif Kepemimpinan dan Network Pembangunan Daerah.”
Tema tersebut menempatkan generasi muda sebagai bagian dari proses penguatan organisasi, kepemimpinan, dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua TIDAR Surabaya Rivaldo Fabiansa Romadona mengatakan, Pelatihan Tunas I dan II merupakan bagian dari pendidikan politik bagi kader muda.
“Acara hari ini adalah untuk pelatihan Tunas I dan II. Yang pertama adalah pendidikan politik untuk kader-kader kita. Tujuannya tentu juga untuk terus mendorong Partai Gerindra,” ujar Rivaldo.
Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari Surabaya. Sejumlah kader dari daerah lain, di antaranya Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik, juga mengikuti kegiatan tersebut.
Materi pelatihan disampaikan oleh pemateri dari Pengurus Pusat TIDAR dan TIDAR Jawa Timur, dengan fokus pada penguatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan generasi muda.( ADV )
