Kerinci – Aroma kopi dari kaki Gunung Kerinci bersiap menguar lebih jauh, seolah membawa pesan dari “Tanah Surga” menuju panggung dunia. Pemerintah Kabupaten Kerinci akan menggelar Festival Kopi Kerinci 2026 pada 19 September 2026 hingga 20 September 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, sebagai momentum memperluas promosi salah satu komoditas unggulan daerah tersebut.
Mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”, agenda ini dirancang bukan hanya sebagai ruang bagi masyarakat untuk menikmati ragam seduhan kopi. Festival juga menjadi titik temu petani, pelaku usaha kopi, barista, komunitas, UMKM, sektor ekonomi kreatif, lembaga keuangan, asosiasi, pemerintah hingga masyarakat. Pertemuan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring bisnis sekaligus mendorong kopi Kerinci memperoleh pasar yang semakin luas di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, menyampaikan bahwa agenda pembukaan Festival Kopi Kerinci 2026 akan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, lembaga perbankan, asosiasi, serta pelaku dan penggiat kopi.
“Pada agenda pembukaan Festival Kopi Kerinci 2026 akan hadir sejumlah pihak dari unsur pemerintahan, lembaga perbankan, asosiasi serta pelaku dan penggiat kopi.”
Rangkaian pembukaan direncanakan dihadiri Gubernur Jambi, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, perwakilan Bank Indonesia, Bank Jambi, BNI, BRI, hingga Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (ASKI). Kehadiran para pemangku kepentingan itu diharapkan membuka ruang kolaborasi baru, memperbesar nilai ekonomi komoditas kopi serta memperkuat posisi Kopi Kerinci di jaringan industri yang lebih luas.
Festival tersebut juga melibatkan Perkumpulan Penggiat Kopi Jambi, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, komunitas kopi, barista, petani serta pelaku usaha. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu bagian penting dalam mempertemukan potensi produksi dari Kerinci dengan peluang pasar, promosi, pembiayaan dan pengembangan industri kopi.
Pada 19 September 2026, kegiatan dijadwalkan dimulai dengan pembukaan, doa, laporan panitia serta sambutan dari sejumlah pihak, termasuk perwakilan Bank Indonesia dan Bupati Kerinci. Setelah itu, peserta dan pengunjung akan mengikuti peninjauan stan kopi, UMKM serta produk ekonomi kreatif yang turut ambil bagian dalam festival.
Beragam kegiatan juga disiapkan sepanjang hari, mulai dari seduh kopi dengan metode V60, seminar dan talkshow perkopian, kompetisi Green Bean, lomba Manual Brewing V60, kegiatan hilirisasi, kompetisi kreativitas berbasis kopi, pameran hingga Coffee Experience. Rangkaian tersebut diharapkan memberi pengalaman lebih luas kepada pengunjung tentang proses panjang kopi sebelum akhirnya hadir di dalam cangkir.
Nuansa budaya daerah turut menjadi bagian dari Festival Kopi Kerinci 2026. Pertunjukan seni dan budaya dijadwalkan menghiasi kegiatan, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal karakter kopi Kerinci, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai kekayaan budaya masyarakat yang hidup di kawasan pegunungan tersebut.
Memasuki 20 September 2026, kegiatan akan berlanjut dengan Field Trip Kebun Kopi. Agenda ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal secara lebih dekat kawasan perkebunan serta proses awal produksi kopi dari tingkat petani. Selain itu, kompetisi Cup Tester juga akan digelar sebelum festival memasuki rangkaian penutupan.
Panitia selanjutnya menjadwalkan pemberian apresiasi kepada pelaku kopi serta penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi. Seluruh rangkaian Festival Kopi Kerinci 2026 direncanakan ditutup oleh Bupati Kerinci.
Penyelenggaraan festival tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci meningkatkan nilai tambah komoditas kopi. Kopi tidak lagi hanya ditempatkan sebagai hasil perkebunan, tetapi juga dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kreatif, daya tarik pariwisata serta identitas yang melekat dengan Kabupaten Kerinci.
Melalui festival ini, masyarakat dapat melihat perjalanan kopi secara lebih utuh, mulai dari perkebunan dan tangan petani, proses pengolahan biji, penilaian kualitas green bean, roasting hingga teknik penyeduhan. Edukasi dan kompetisi yang digelar juga menjadi sarana meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta daya saing para pelaku industri kopi lokal.
Keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif turut membuka peluang promosi yang lebih besar bagi produk lokal. Banyaknya pengunjung, komunitas dan pelaku industri yang diperkirakan datang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha Kerinci untuk memperkenalkan produknya sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Kawasan Kayu Aro yang berada di lingkungan pegunungan turut menawarkan daya tarik tersendiri. Panorama alam dengan Gunung Kerinci sebagai latar menjadikan festival tidak sekadar agenda ekonomi, melainkan juga dapat menjadi pintu promosi wisata daerah. Pengunjung bisa menikmati kopi khas Kerinci sambil mengenal petani, melihat kemampuan para barista, menyaksikan pertunjukan budaya serta menjelajahi beragam produk lokal.
Pemerintah Kabupaten Kerinci pun mengajak masyarakat, pecinta kopi, wisatawan, komunitas serta pelaku usaha dari berbagai daerah untuk datang dan memeriahkan Festival Kopi Kerinci 2026. Dari kebun-kebun kopi Kayu Aro, festival ini membawa satu harapan besar: menjadikan kualitas dan identitas Kopi Kerinci semakin dikenal, sekaligus membuka jalan lebih luas menuju pasar kopi dunia.
