Perang Uhud memberikan pelajaran besar tentang bagaimana sebuah kemenangan dapat berubah menjadi kekalahan. Bukan semata karena kekuatan musuh, tetapi karena sebagian pasukan meninggalkan posisi yang telah diperintahkan Rasulullah ﷺ demi mengejar harta rampasan.
Pelajarannya relevan dalam kehidupan pemerintahan.
Sebuah kekuasaan sering kali tidak runtuh karena serangan dari luar, tetapi karena keretakan dari dalam. Mereka yang dahulu berada dalam satu barisan untuk memenangkan seorang pemimpin, setelah kemenangan diraih, dapat berubah menjadi kelompok-kelompok yang saling berebut posisi, jabatan, proyek, pengaruh dan akses kekuasaan.
Yang lebih berbahaya adalah ketika situasi hawa nafsu yang tak terarah itu terus terjadi perebutan yang tak mampu dikendalikan .
Pemimpin yang tidak mampu mengendalikan orang-orang di sekelilingnya, membiarkan keserakahan tumbuh dan membiarkan para pendukungnya saling berkompetisi untuk kepentingan pribadi, sesungguhnya sedang membangun bibit keruntuhan kepemimpinannya sendiri.
Sebab ketika kepentingan kelompok lebih besar daripada kepentingan rakyat, maka pemerintahan kehilangan arah.
Barisan- barisan yang tidak lagi memiliki etika dapat berubah menjadi tim perebut kekuasaan. Dan tim perebut kekuasaan, jika dibiarkan, suatu saat dapat menjadi tim yang justru menumbangkan kekuasaan itu sendiri.
Karena itu, seorang pemimpin tidak cukup hanya pandai memenangkan pertarungan politik. Ia harus mampu mengelola kemenangan, membagi peran secara adil, menegakkan aturan, dan menghentikan keserakahan sebelum menjadi konflik.
Kemenangan adalah ujian setelah perjuangan.
Jabatan adalah amanah, bukan hadiah bagi siapa yang paling dekat dengan penguasa.
Dan kekuasaan akan bertahan bukan karena banyaknya orang yang berebut berada di sekelilingnya, tetapi karena pemimpinnya mampu menjaga keadilan, ketertiban, integritas dan kepentingan rakyat.
Belajar dari Uhud. : jangan sampai kemenangan yang diperoleh bersama, akhirnya menjadi jalan menuju kekalahan karena masing-masing sibuk memperebutkan “rampasan” setelah kemenangan.
Oleh: Dr. Agusriansyah Ridwan ,S.IP,M.Si (Ketua IKA Doktor MP Unmul)
