Pasuruan – “Tua-tua keladi” seolah menjadi gambaran semangat para pesepak bola veteran yang kembali merumput dalam Wali Kota Cup U-45 2026. Sebanyak 16 tim bersaing memperebutkan gelar juara, namun kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan. Turnamen ini juga membawa misi menjaga kebugaran, merawat kecintaan terhadap sepak bola, serta memperkuat tali persaudaraan antarpemain dan klub.
Kompetisi sepak bola kelompok usia veteran tersebut mulai bergulir pada Jumat (28/8/2026) di Kota Pasuruan. Pembukaan turnamen dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Kepala Disparpora Kota Pasuruan Dyah Ermitasari, jajaran Dinas Kominfo, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan, serta sejumlah unsur terkait. Pemerintah daerah memandang kegiatan itu sebagai wadah positif bagi mantan pemain maupun pesepak bola berusia 45 tahun ke atas untuk terus aktif berolahraga.
Sebanyak 16 klub peserta dibagi menjadi dua kelompok. Grup A terdiri atas Old Star Kota Pasuruan, Randusari FC, Garuda Putih Malang, Anghkota FC, Sebani FC, Gaspa FC, Semar FC, dan Probolinggo. Sementara itu, Grup B ditempati Putra Soeropati, Krapyak FC, Zelan FC, Samudra FC, Wijaya FC, Kodim, Poel Petahunan FC, serta PSP Legend.
Laga pembuka langsung menghadirkan persaingan antara Old Star Kota Pasuruan menghadapi Randusari FC dari Grup A. Pada kelompok lainnya, Putra Soeropati berhadapan dengan Krapyak FC. Pertandingan kemudian berlanjut pada Sabtu (29/8/2026), mempertemukan Garuda Putih Malang dengan Anghkota FC serta Zelan FC melawan Samudra FC.
Pada Minggu (30/8/2026), giliran Sebani FC berduel dengan Gaspa FC, sedangkan Wijaya FC menghadapi Kodim. Memasuki Senin (31/8/2026), pertandingan dijadwalkan mempertemukan Semar FC kontra Probolinggo serta Poel Petahunan FC melawan PSP Legend.
Rangkaian pertandingan berikutnya dijadwalkan terus berlangsung hingga Jumat (4/9/2026). Panitia menggelar dua laga setiap hari. Pertandingan pertama dimulai pukul 14.00 WIB, sedangkan laga kedua dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB. Setelah seluruh tahapan kompetisi dilalui, pertandingan puncak direncanakan berlangsung pada Minggu.
Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi menilai Wali Kota Cup U-45 menjadi ruang yang bermanfaat bagi para pemain veteran agar tetap bergerak dan menjaga kondisi fisik. Baginya, bertambahnya usia tidak semestinya menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus menjalani pola hidup aktif melalui olahraga.
“Yang kita bangun bukan hanya kompetisi, tetapi juga silaturahmi. Kami berharap seluruh tim mengutamakan sportivitas dan menjaga suasana tetap kondusif,” kata Nawawi, Senin (31/8/2026).
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pertandingan bukan semata-mata soal mengejar kemenangan. Pertemuan para pemain dari berbagai klub diharapkan mampu menjaga hubungan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, baik ketika masih aktif bermain maupun setelah memasuki kategori veteran.
Kepala Disparpora Kota Pasuruan Dyah Ermitasari juga melihat keikutsertaan 16 tim sebagai tanda bahwa sepak bola tetap diminati oleh masyarakat, termasuk kalangan pemain veteran. Antusiasme peserta menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus membuka ruang kegiatan olahraga yang dapat melibatkan berbagai kelompok usia.
“Antusiasme klub sangat baik. Mudah-mudahan turnamen ini berlangsung lancar dan menjadi motivasi bagi para pemain untuk tetap menjaga kebugaran melalui olahraga,” ujarnya.
Menurut Dyah, kegiatan olahraga semacam ini memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menciptakan persaingan di lapangan. Selain menjaga kesehatan fisik, turnamen dapat menjadi sarana interaksi sosial sekaligus memperkuat kebersamaan di antara komunitas sepak bola di Kota Pasuruan dan daerah sekitarnya.
Di sisi pelaksanaan, Ketua Panitia Pelaksana Slamet Purnomo memastikan kebutuhan pertandingan telah disiapkan. Persiapan meliputi penyusunan jadwal hingga sejumlah aspek teknis agar pertandingan dapat berlangsung sesuai ketentuan. Seluruh klub peserta juga diminta menaati regulasi yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban serta keamanan kompetisi sampai laga terakhir.
“Target kami seluruh pertandingan berjalan tertib, aman, dan sportif. Kami berharap setiap tim dapat menunjukkan permainan terbaik sekaligus menjaga persaudaraan,” tutur Slamet.
Komitmen terhadap sportivitas menjadi bagian penting karena turnamen mempertemukan banyak pemain dengan latar belakang klub berbeda. Meski tensi pertandingan berpotensi meningkat ketika persaingan menuju gelar juara semakin ketat, panitia berharap semangat persahabatan tetap menjadi pijakan utama seluruh peserta.
Kehadiran Wali Kota Cup U-45 2026 pada akhirnya bukan hanya membuka kesempatan bagi 16 tim untuk mengangkat trofi. Kompetisi ini menjadi panggung bagi para pemain veteran untuk menunjukkan bahwa usia tidak menghilangkan gairah terhadap sepak bola. Dengan persaingan yang sehat, turnamen diharapkan dapat melahirkan juara sekaligus meninggalkan cerita tentang kebugaran, sportivitas, dan persaudaraan yang tetap terjaga di luar lapangan.
