Jember – Indonesia dikenal sebagai penghasil kapal kayunya. Salah satu kapal dari Puger, Jember, Jawa Timur adalah Payang. Kapal jenis ini berukuran besar dengan motif khas warna mencolok.
H. Mukmin (47) satu dari sembilan orang yang berprofesi sebagai pembuat kapal kayu di Puger Jember. Di wilayah TPI Puger ia dikenal sebagai tukang perahu senior. Ia mengaku sudah menjadi pengrajin pembuat kapal sejak 25 tahun silam. Awalnya, ia belajar kepada bapaknya haji Yahya.
Uniknya, H. Mukmin memiliki rumus sendiri membuat kapal kayu. Kapal dengan panjang 18 meter dan lebar 4 meter dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Kepada media ini, Ia menunjukkan rumus angka-angka yang hanya H. Mukmin yang paham.
“Biasanya kalau tukang lain selesaikan kapal hingga 7 bulan. Kalau saya insyaallah dia bulan sudah selesai,” ungkap H. Mukmin kepad media ini saat ditemui di galangan kapal TPI Puger Jember, Sabtu (12/11/2022).
Dalam pembuatan kapal ia dibantu oleh empat orang. Setiap pembantu tukang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Setiap yang disini, sudah faham tugas masing-masing. Jadi dalam sehari mereka sudah tau melakukan apa,” ujarnya.
Pelanggannya pun mengaku puas dengan waktu singkat namun rapi. “Alhamdulillah sejauh ini puas dan tidak ada komplen,” terangnya.
Dalam pembuatan kapal ia mengaku tidak mengalami kendala. Bahan kayupun tersedia di toko kayu atau memotong kayu sendiri di kebun.
“Kayu papan jati sudah ada di toko kayu tinggal kita cari sesuai keinginan kita,” ujarnya.

Untuk membentuk sesuai pola perahu kayu dipanaskan dengan api dan dipoles sesuai keinginan secara manual. Proses pembuatan kapal ini masih tergolong cukup sederhana, untuk pemotongan kayu menggunakan mesin.
Kemudian bagian kayu yang melengkung, sebelumnya terlebih dahulu dipanggang di atas api, sementara atas ujung kayu dimasukkan ke kayu yang sudah dilubangi dan di tarik dengan tali.
Fungsinya agar kayu bisa melengkung. Setelah itu, kemudian baru dirancang menggunakan lem dan paku pasak sesuai dengan selera para pengrajin.
“Ya, alat ini kami buat sendiri. Ya, fungsinya supaya kayu bisa melengkung sesuai keinginan kita,” imbuhnya.
Untuk lambung dan badan kapal ia memakai kayu dengan ketebalan 4 sentimeter. “Namun untuk tulangan lebih tebal yakni enam sentimeter,” tutupnya.
