Kukar – Keselamatan menjadi salah satu materi utama yang diperkenalkan kepada peserta didik baru SMAN 1 Loa Kulu dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui simulasi mitigasi bencana kebakaran, sekolah mengajak para murid memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat sejak awal memasuki dunia pendidikan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) itu dipandu oleh pihak sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan budaya keselamatan. Para murid diperkenalkan pada prosedur evakuasi, jalur penyelamatan, titik kumpul, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di lingkungan sekolah. Simulasi berlangsung secara bertahap agar seluruh murid dapat memahami setiap prosedur dengan baik.
Kepala SMAN 1 Loa Kulu, Dr. Yessi Herlina, mengatakan bahwa MPLS tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk membekali murid dengan pengetahuan yang bermanfaat bagi keselamatan diri.
“Melalui simulasi ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana harus dimiliki oleh seluruh warga sekolah. Harapannya, murid mampu bertindak dengan tepat dan tidak panik apabila suatu saat menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembelajaran mengenai mitigasi bencana merupakan bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Pengetahuan tersebut dinilai penting karena dapat membantu murid memahami cara melindungi diri sekaligus mendukung proses evakuasi secara tertib sesuai prosedur.
Antusiasme murid baru terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti arahan guru dengan serius, mulai dari mengenali bunyi peringatan darurat hingga mempraktikkan proses evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Selain memberikan pengalaman langsung, simulasi ini juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian antarsesama.
SMAN 1 Loa Kulu berharap materi mitigasi kebakaran yang diberikan selama MPLS dapat menjadi bekal awal bagi murid baru dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman yang baik, seluruh warga sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aman serta siap menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
