Tasikmalaya – Lapangan sepak bola bukan hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang bertemunya semangat kebersamaan lintas usia. Suasana itu terlihat dalam pembukaan Forum Gunung Pangajar (FGP) Cup, turnamen sepak bola yang mengawali rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Forum Gunung Pangajar di wilayah timur Kabupaten Tasikmalaya. Ratusan peserta dan warga memadati lokasi pertandingan untuk menyaksikan dimulainya kompetisi yang mempertemukan anak-anak, ibu-ibu, dan pemuda dalam satu panggung olahraga.
Berbeda dengan turnamen pada umumnya, FGP Cup menghadirkan tiga kategori pertandingan, yaitu kelompok usia di bawah 13 tahun (U-13), tim ibu-ibu, serta kategori pemuda berusia 20 tahun ke atas. Konsep tersebut dirancang untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas sehingga olahraga dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan atlet atau pemain muda.
Penyelenggaraan turnamen menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Lahir ke-9 Forum Gunung Pangajar, organisasi masyarakat yang selama ini aktif melakukan pendampingan dan advokasi berbagai persoalan sosial di wilayah timur Kabupaten Tasikmalaya. Selain bergerak dalam bidang sosial, forum tersebut juga rutin mengadakan kegiatan budaya, keagamaan, hingga olahraga sebagai sarana memperkuat hubungan antarwarga.
Selama beberapa tahun terakhir, Forum Gunung Pangajar dikenal menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba selawat, pagelaran wayang golek, kegiatan otomotif Indonesia Hard Enduro dan Adventure, serta berbagai aktivitas sosial lainnya. Pada peringatan hari lahir tahun ini, olahraga dipilih sebagai media untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan masyarakat.
Wakil Ketua Forum Gunung Pangajar, Nur Hidayat, mengatakan turnamen tersebut tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui kegiatan yang positif.
“Turnamen ini merupakan salah satu ikhtiar FGP untuk mengonsolidasikan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Kami berharap mereka mampu menjadi penerus estafet kepemimpinan sekaligus melanjutkan perjuangan mengadvokasi masyarakat demi terwujudnya keadilan sesuai visi dan misi Forum Gunung Pangajar,” ujar Nur Hidayat usai membuka turnamen di Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Karena itu, turnamen tidak hanya diarahkan untuk mencari tim terbaik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta dari berbagai kelompok usia.
Nur Hidayat juga mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia berharap setiap laga menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi para pemain maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
“Kami mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas dan jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persaudaraan. Kepada masyarakat, selamat menyaksikan. Semoga kegiatan ini menjadi hiburan rakyat yang membawa kebahagiaan sekaligus memberikan nilai-nilai positif bagi generasi muda,” katanya.
Kehadiran kategori khusus untuk anak-anak dan ibu-ibu menjadi daya tarik tersendiri dalam turnamen tersebut. Selain memberi kesempatan kepada lebih banyak warga untuk berpartisipasi, konsep lintas generasi juga memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi media yang inklusif dan menyatukan berbagai kelompok masyarakat.
Di tingkat lokal, penyelenggaraan turnamen semacam ini juga memberikan dampak ekonomi. Kehadiran peserta dan penonton membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk berjualan di sekitar lokasi pertandingan. Aktivitas tersebut menciptakan perputaran ekonomi sekaligus menambah semarak suasana peringatan hari lahir organisasi.
Bagi Forum Gunung Pangajar, peringatan hari lahir bukan sekadar momentum mengenang perjalanan organisasi, tetapi juga kesempatan memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang dekat dengan kebutuhan warga dan mampu melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas positif.
Turnamen FGP Cup menunjukkan bahwa olahraga memiliki fungsi yang melampaui aspek kompetisi. Di balik setiap pertandingan, terdapat ruang untuk membangun karakter, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat gotong royong. Ketika masyarakat dari berbagai generasi dapat berkumpul dalam suasana yang sehat dan penuh sportivitas, olahraga menjadi salah satu sarana efektif memperkuat kohesi sosial sekaligus menyiapkan generasi penerus yang aktif, peduli, dan bertanggung jawab.
