Format tetap menjadi ciri khas ASEAN Championship sejak mengalami perubahan pada edisi 2018. Hingga ASEAN Hyundai Cup 2026, penyelenggara masih mempertahankan sistem kualifikasi yang sama untuk menentukan 10 peserta putaran final. Skema ini memberikan keuntungan bagi tim dengan performa terbaik pada edisi sebelumnya, sekaligus membuka peluang bagi negara berperingkat terbawah untuk tetap bersaing memperebutkan tiket.
Sembilan negara dengan peringkat terbaik berdasarkan hasil turnamen sebelumnya otomatis lolos ke putaran final. Sementara itu, hanya dua tim dengan peringkat terbawah yang harus menjalani babak play-off dua leg menggunakan sistem kandang dan tandang. Pemenang agregat berhak mengamankan satu tiket terakhir menuju putaran final.
Sistem tersebut mulai diberlakukan pada ASEAN Championship 2018. Sebelumnya, seluruh peserta harus melalui babak penyisihan dengan format yang berbeda. Perubahan itu dilakukan untuk menyederhanakan proses kualifikasi sekaligus memberikan penghargaan kepada negara-negara yang mampu tampil konsisten pada edisi sebelumnya.
Pada ASEAN Hyundai Cup 2026, dua negara yang menjalani play-off adalah Timor-Leste dan Brunei Darussalam. Keduanya menempati posisi terbawah dalam peringkat turnamen sebelumnya sehingga wajib bersaing untuk memperebutkan satu tempat tersisa di putaran final.
Leg pertama berlangsung di Bandar Seri Begawan pada Selasa (2/6/2026). Timor-Leste meraih kemenangan 3-0 sebagai modal penting menghadapi pertandingan kedua. Leg kedua kemudian dimainkan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (9/6/2026), dengan Timor-Leste kembali menang 3-1. Hasil itu membuat Timor-Leste unggul agregat 6-1 sekaligus memastikan lolos ke putaran final.
Keberhasilan Timor-Leste menjadi contoh bagaimana sistem tersebut bekerja. Meski tidak memperoleh tiket otomatis, tim yang berada di posisi terbawah masih memiliki kesempatan memperjuangkan tempat melalui pertandingan play-off. Sebaliknya, negara dengan pencapaian lebih baik pada edisi sebelumnya tidak perlu menjalani babak tambahan dan langsung tampil di putaran final.
Format ini juga membuat jumlah pertandingan kualifikasi tetap efisien. Hanya dua negara yang bertanding dalam play-off sehingga jadwal kompetisi utama tidak terganggu. Di sisi lain, sistem tersebut tetap menjaga unsur kompetitif karena tiket terakhir ditentukan melalui pertandingan resmi, bukan berdasarkan peringkat semata.
Setelah Timor-Leste memastikan kemenangan, susunan peserta ASEAN Hyundai Cup 2026 pun resmi lengkap. Grup A dihuni Vietnam, Indonesia, Singapura, Kamboja, dan Timor-Leste. Sementara Grup B diisi Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Dengan demikian, ASEAN Championship 2026 kembali menggunakan sistem yang telah berlaku sejak 2018. Sembilan tim terbaik lolos otomatis, sedangkan peringkat ke-10 dan ke-11 memainkan play-off dua leg untuk memperebutkan satu tiket terakhir. Format tersebut masih dinilai efektif karena menggabungkan penghargaan atas prestasi sebelumnya dengan kesempatan bagi tim lain untuk membuktikan kualitasnya di lapangan.
