Jember – Penantian panjang warga Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater, Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, akhirnya berbuah kebahagiaan. Setelah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan penerangan, sambungan listrik baru dari PLN kini resmi menyala dan mulai menerangi rumah-rumah warga di kawasan perkebunan tersebut.
Momen penyalaan listrik itu berlangsung penuh haru dan rasa syukur. Warga berkumpul bersama dalam suasana kebersamaan untuk menyaksikan hadirnya aliran listrik yang selama ini menjadi harapan besar masyarakat setempat. Sebelum prosesi penyalaan simbolis dilakukan, kegiatan diawali dengan santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia, kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran bersama.
Prosesi penyalaan perdana dilakukan langsung oleh Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., disaksikan Kapolsek Tempurejo, Danramil Tempurejo, Kepala Desa Curah Nongko, Manajer PLN ULP Ambulu, Direktur PT Fajero, jajaran pimpinan Kebun Kalisanen Kotta Blater, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.
Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan, S.P., menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya proyek penyambungan instalasi listrik PLN yang berjalan lancar dan dapat dinikmati masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang ikut membantu proses pembangunan jaringan listrik di kawasan perkebunan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Region Management PTPN 1 Regional 5, Muspika Kecamatan Tempurejo, Pemerintah Desa Curah Nongko, PLN ULP Ambulu, tim teknis PT Fajero, seluruh jajaran Kebun Kalisanen Kotta Blater, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan penyambungan ini,” ujar Tatang Setiawan.
Ia menjelaskan, total sambungan baru yang berhasil dipasang mencapai 101 titik. Dari jumlah tersebut, empat titik diperuntukkan bagi fasilitas umum, sedangkan 97 titik lainnya digunakan untuk rumah warga dan emplasemen karyawan di kawasan Afdeling Trate.
Menurut Tatang, hadirnya listrik PLN diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan mendukung aktivitas warga yang selama ini terbatas akibat minimnya penerangan.
“Dengan terpasangnya instalasi PLN baru ini, kami berharap warga dan karyawan semakin aktif dan produktif. Ini menjadi keberkahan yang semoga membawa manfaat besar bagi semua pihak,” katanya.
Bagi masyarakat Dusun Trate, kehadiran listrik bukan sekadar soal penerangan malam hari. Aliran listrik dipandang sebagai simbol perubahan dan awal kemajuan bagi wilayah perkebunan yang selama ini berada jauh dari akses infrastruktur dasar. Kehadiran listrik juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Sementara itu, Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda berharap jaringan listrik PLN dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama pendidikan dan kesejahteraan warga.
“Semoga dengan adanya listrik ini dapat membantu aktivitas masyarakat, menunjang kegiatan belajar anak-anak sekolah, serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Antusiasme warga tampak begitu besar saat lampu-lampu rumah mulai menyala untuk pertama kalinya. Banyak warga menyebut momen tersebut sebagai sejarah baru bagi Afdeling Trate setelah bertahun-tahun hidup tanpa akses listrik yang memadai.
Hadirnya listrik PLN di kawasan tersebut juga dinilai menjadi bagian penting dari pemerataan pembangunan di Kabupaten Jember. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik dapat terus menjangkau wilayah-wilayah terpencil agar masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih layak. (ADV).
