Malang – Setetes air kini tak sekadar pelepas dahaga, tetapi juga simbol perubahan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan krisis lingkungan, langkah kecil seperti mengisi ulang air minum menjadi bagian dari gerakan besar menuju kampus berkelanjutan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya menghadirkan fasilitas Water Station sebagai bagian dari komitmen mewujudkan konsep green campus. Fasilitas ini ditempatkan di gazebo bagian timur FPIK, tepatnya di area barat Gedung B, dan mulai diperkenalkan kepada sivitas akademika sebagai solusi hidrasi yang praktis, higienis, dan ramah lingkungan.
Kehadiran Water Station bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai dengan mendorong kebiasaan isi ulang (refill). Air yang tersedia telah melalui proses filtrasi dan sterilisasi, sehingga aman dikonsumsi serta tetap mengandung mineral penting bagi tubuh.
“FPIK UB terus melangkah menuju smart green campus. Water Station ini bukan hanya fasilitas, tetapi juga bentuk edukasi agar sivitas akademika mulai beralih dari budaya sekali pakai ke kebiasaan yang lebih berkelanjutan,” ujar perwakilan pengelola program.

Fasilitas ini dirancang mudah diakses oleh mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan, terutama di area dengan mobilitas tinggi. Pengguna cukup membawa tumbler pribadi untuk mengisi ulang air minum, sehingga secara langsung berkontribusi dalam mengurangi produksi limbah plastik di lingkungan kampus.
Mahasiswa FPIK UB menyambut positif inovasi tersebut.
“Menurut saya ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang sering beraktivitas di kampus. Selain lebih hemat, kita juga jadi ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik,” ungkap salah satu mahasiswa di lokasi.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya Universitas Brawijaya dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pengurangan limbah. Melalui pendekatan sederhana namun berdampak nyata, FPIK UB berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari.
Ke depan, program Water Station diharapkan dapat diperluas ke berbagai titik strategis di lingkungan kampus. Selain itu, langkah ini juga berpotensi menjadi contoh praktik baik bagi institusi pendidikan tinggi lain dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
