Sidoarjo – Seperti cahaya kecil di tengah keterbatasan, bantuan kursi roda dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadi harapan baru bagi warga difabel untuk kembali bergerak lebih bebas. Kepedulian itu diwujudkan langsung lewat kunjungan lapangan yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Aksi sosial tersebut dilakukan Bupati Sidoarjo Subandi bersama Dinas Sosial usai meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Waru, Jumat (24/4/2026). Dalam kegiatan lanjutan di Kecamatan Gedangan, bantuan kursi roda diserahkan kepada dua warga penyandang disabilitas, yakni Sumardi (70) dari Desa Keboan Anom serta Linda Julaikha dari Desa Punggul. Bantuan ini diberikan sebagai upaya meningkatkan mobilitas dan kemandirian penerima dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kedatangan kami sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda. Pemerintah juga menyiapkan bantuan kaki palsu, namun beliau masih belum terbiasa sehingga belum berkenan menggunakannya,” ujar Bupati Subandi.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah daerah secara langsung merupakan bentuk perhatian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial, khususnya penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan mampu memicu semangat hidup dan mendorong produktivitas meskipun dalam kondisi fisik terbatas.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Mharta Wara Kusuma, yang hadir bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Diana Ambarukmi, menjelaskan bahwa pendampingan dalam penyaluran bantuan menjadi langkah penting agar program tepat sasaran. Proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan.
“Dinas Sosial terus melakukan pendataan serta verifikasi lapangan bersama pemerintah desa dan kecamatan guna memastikan program bantuan sosial berjalan efektif dan berkelanjutan,” terangnya.
Dari sisi wilayah, Camat Gedangan Asmara Hadi menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah yang turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, bantuan kursi roda tersebut sangat membantu warga difabel dalam menjalani aktivitas harian sekaligus membuka peluang untuk tetap bersosialisasi secara mandiri.
Selain kursi roda, pemerintah daerah juga merencanakan bantuan lanjutan berupa kaki palsu bagi salah satu penerima, sesuai arahan bupati. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara bertahap.
Di sisi lain, rasa haru datang dari keluarga penerima manfaat. Pasha, cucu Sumardi, mengungkapkan bahwa sebelumnya sang kakek harus menggunakan papan beroda sederhana untuk berpindah tempat.
Bantuan kursi roda tersebut kini menjadi solusi yang jauh lebih layak dan nyaman, sekaligus memberi harapan baru bagi keluarga agar Sumardi dapat menjalani aktivitas dengan lebih baik.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Dengan pendekatan langsung dan berkelanjutan, bantuan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
