Pasbar – Seperti menelusuri jejak tinta yang tak pernah benar-benar kering, Perkumpulan Jurnalis Online Pasaman Barat (AJO Pasbar) memilih merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan cara yang sarat makna. Mereka menyambangi kediaman wartawan senior Asnawi Harahap di Kampung Durian Tiga Batang, Kecamatan Luhak Nan Duo, Selasa (10/2/2026), sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang dianggap sesepuh pers di daerah tersebut.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua AJO Pasbar Muhammad Fadli, bersama Wakil Ketua Wisnu Utama, Sekretaris Roni Pasrah dan Saipen Kasri, serta sejumlah pengurus dan anggota. Agenda ini menjadi bagian utama peringatan HPN 2026 di Pasaman Barat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai refleksi perjalanan panjang dunia jurnalistik di daerah itu, yang telah dirintis sejak era penuh keterbatasan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh penghormatan. Para jurnalis muda duduk melingkar, menyimak cerita Asnawi Harahap tentang masa-masa awal dirinya berkecimpung di dunia pers sejak 1985. Ia mengenang bagaimana dahulu berita ditulis tangan, foto diabadikan menggunakan kamera film Fuji, dan naskah dikirim melalui bus antarkota yang membutuhkan waktu berhari-hari hingga sampai ke meja redaksi.
Dalam momen tersebut, AJO Pasbar menyerahkan paket kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, roti, minyak goreng, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Bantuan itu diterima langsung oleh Asnawi dengan penuh rasa haru, sebagai simbol kepedulian sekaligus penghargaan atas dedikasinya membangun fondasi jurnalisme di Pasaman Barat.
“Pak Asnawi adalah ayah bagi kami semua. Beliau telah menunjukkan bagaimana jurnalis harus berani, ikhlas, dan konsisten dalam menyuarakan kebenaran. Kami ingin generasi muda wartawan Pasaman Barat belajar dari keteladanan beliau,” ujar Muhammad Fadli.
Ia menambahkan, HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menguatkan kembali nilai-nilai dasar profesi wartawan di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat.
Wakil Ketua Wisnu Utama juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggerus integritas. “Kami ingin menjadikan kunjungan ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga marwah pers di Pasaman Barat,” katanya.
Sementara itu, Roni Pasrah dan Saipen Kasri menekankan komitmen organisasi dalam merawat solidaritas antarsesama jurnalis. Menurut mereka, warisan nilai perjuangan yang ditanamkan generasi senior harus terus dijaga agar tidak luntur oleh tantangan zaman.
Asnawi Harahap, yang lahir pada 17 Agustus 1954, menyambut rombongan dengan penuh keakraban. Dalam pesannya, ia mengingatkan agar wartawan muda tidak gentar menghadapi tekanan maupun intervensi.
“Jurnalisme itu bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan hati. Jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menjadi simbol pertemuan dua generasi: mereka yang pernah menulis dengan tinta dan mesin ketik, serta mereka yang kini bekerja dengan gawai dan jaringan internet. Namun, satu hal tetap sama, yakni komitmen menjaga kebenaran dan integritas.
Melalui kunjungan ini, AJO Pasbar menegaskan bahwa semangat pers di Pasaman Barat tumbuh dari rasa hormat terhadap sejarah dan solidaritas antarwartawan. HPN 2026 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan, melainkan pengingat akan tanggung jawab moral yang melekat pada setiap insan pers.
