Jombang – Dalam semangat kolaborasi antarlembaga, Perhutani KPH Jombang dan Satradar 405/Ploso menggelar pertemuan strategis guna memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perhutani Jombang pada Selasa (2/12/2025) ini menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama lintas sektor di Kabupaten Jombang.
Letkol Lek Bayu Ardiansyah, Dansatrad 405/Ploso yang baru menjabat, menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan untuk menyatukan langkah demi mendukung program strategis negara, khususnya swasembada pangan, tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.
“Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi agar tugas masing-masing instansi berjalan optimal. Kami ingin penguatan swasembada pangan tetap selaras dengan keberlanjutan hutan,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Kepala Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S., menyambut baik dan mengapresiasi langkah cepat Dansatrad Bayu dalam membangun komunikasi dan sinergi. Ia berharap kerja sama ini akan menghasilkan berbagai inovasi baru yang tidak hanya mempererat hubungan antarinstansi, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar hutan.
“Kolaborasi ini menjadi peluang besar untuk menghadirkan inovasi-inovasi ke depan yang memperkuat sinergi kami bersama TNI AU maupun lembaga lainnya,” ucap Enny.
Ia juga menambahkan bahwa bulan Desember adalah waktu yang tepat untuk melakukan penanaman pohon karena memasuki musim hujan. Perhutani membuka peluang kolaborasi kegiatan penghijauan bersama pihak Satradar dalam waktu dekat.
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya strategis Perhutani dalam menggandeng berbagai pihak untuk mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Tak hanya fokus pada peningkatan pendapatan perusahaan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan ekologi serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat sekitar.
Markas Satradar 405/Ploso yang berada di Kecamatan Kabuh, dulunya dikenal sebagai Satrad 222/Ploso. Kini, keberadaannya menjadi mitra penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan kawasan hutan di Jombang.
