Sampang – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Sampang, Madura, berlangsung meriah. Hampir setiap rumah masyarakat di wilayah tersebut menggelar acara maulid, menjadikannya tradisi yang tidak hanya semarak, tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan dan spiritualitas.
Salah satu ulama Sampang, KH. Muhammad Thohir, dari Dusun Burnang, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, menilai tradisi ini membawa banyak manfaat, asalkan dilakukan dengan penuh keikhlasan, cara yang halal, serta menjunjung adab yang baik.
“Orang yang merayakan Maulid Nabi dengan ikhlas, halal, dan sopan, maka fadilah atau faedah yang akan dia dapatkan adalah terhindar dari kebakaran, pencurian, dan kemelaratan,” ujar KH. Muhammad Thohir saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/9/2025)
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat Madura dalam memperingati Maulid Nabi patut diapresiasi, meski sebagian melaksanakannya dengan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, motivasi warga dalam menggelar perayaan pun beragam—ada yang murni karena kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, namun ada pula yang sekadar ikut-ikutan karena dorongan lingkungan sekitar.
“Yang kurang baik itu kalau hanya ikut-ikutan, karena merasa tidak enak dengan tetangga. Tetapi pelaksanaan dan kegiatannya tetap baik, alhamdulillah,” jelasnya.
KH. Thohir juga berpesan agar generasi muda tetap menjaga dan melestarikan tradisi Maulid Nabi dengan dasar keikhlasan serta menjadikannya ajang memperkuat iman dan ukhuwah. Baginya, perayaan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Dengan semaraknya perayaan Maulid di Sampang, masyarakat Madura menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi warisan spiritual yang terus dijaga lintas generasi.
