Banyuwangi – Ribuan orang memadati jalanan untuk menyaksikan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu. Acara tahunan ini menampilkan parade fesyen kontemporer dengan tema “Ndaru Desa Revival of Village,” menonjolkan potensi 189 desa dan 28 kelurahan di Banyuwangi dalam enam defile yang spektakuler.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih untuk menekankan pentingnya menghidupkan kembali potensi dan kegiatan lokal desa.
“Desa tak hanya harus memperkuat identitas lokalnya dengan beragam budaya dan potensi alamnya, tetapi juga beradaptasi dengan berbagai inovasi dan kemajuan teknologi,” kata Ipuk.
Mengangkat Potensi Desa
Inisiatif “Smart Kampung” yang dimulai dari desa adalah upaya untuk merespons kemajuan zaman dan mewujudkan kesejahteraan melalui inovasi. Bupati Ipuk menegaskan bahwa desa-desa di Banyuwangi harus bergerak cepat dalam menyongsong masa depan yang penuh perubahan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, turut hadir dan mengapresiasi penyelenggaraan BEC yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). “Event ini bisa menjadi acuan bagi Kharisma Event Nusantara di daerah lain. Paduan dan kreasinya sangat menarik bagi wisatawan,” ungkapnya.
Defile Penuh Warna dan Makna
Ratusan talenta menampilkan aneka kostum yang mencerminkan kekayaan budaya dan alam Banyuwangi. Defile pertama menampilkan warisan budaya seperti Seblang Olehsari, dengan kostum berwarna hijau dan gamelan yang menggambarkan budaya agraris berusia ratusan tahun.
Defile kedua menampilkan keindahan alam Banyuwangi, yang baru saja ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Nuansa hijau mendominasi kostum, menandakan keasrian dan kelestarian alam daerah tersebut.
Selanjutnya, spirit inovasi dan teknologi ditampilkan dalam kostum-kostum futuristik yang mencerminkan inklusifitas dan kemajuan teknologi di desa-desa Banyuwangi. Inovasi ini menunjukkan bagaimana desa-desa tersebut mengadopsi teknologi digital untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
