Sangatta – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki Perusahaan Daerah (Perusda) yang sudah ada, daripada membuat yang baru. Pada saat yang sama, pemerintah daerah merencanakan penataan ulang keberadaan Perusda PT Kutai Timur Investama (KTI), dengan harapan memperbaiki kinerjanya.
“Kami belum memiliki rencana untuk mendirikan Perusda baru. Kami lebih memilih untuk memperbaiki yang sudah ada,” ujarnya dengan tegas usai rapat paripurna di gedung DPRD Kutim, Rabu (12/6/2024).
Menurut Bupati Ardiansyah, fokus utama saat ini adalah mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Perusda KTI. Meskipun kepengurusan telah selesai pada 2019, namun masih perlu restrukturisasi agar perusahaan ini dapat beroperasi secara lebih efisien.
“Kami sedang mencari ‘dokter’ untuk mengobati Perusda KTI ini. Tinggal RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Pada 2019 lalu kepengurusannya sudah selesai, dan belum ada restrukturisasi kembali,” papar Bupati Ardiansyah.
Selain memperbaiki Perusda yang sudah ada, pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga tengah fokus bersama-sama dengan Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (Perusda MBS) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, untuk mempersiapkan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
“Skema kerjasama dengan Perusda MBS milik provinsi Kaltim belum kami rumuskan seperti apa,” tambahnya.
Perusda MBS saat ini bergerak di bidang usaha pariwisata, jasa umum, dan transportasi. Kolaborasi antara Kutai Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat memberikan dorongan baru dalam pengembangan KEK Maloy serta meningkatkan sektor pariwisata dan transportasi di wilayah tersebut.
Membangun Masa Depan Bersama
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Bupati Ardiansyah dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan potensi yang ada untuk membangun masa depan Kutai Timur. Dengan fokus pada perbaikan dan restrukturisasi Perusda yang sudah ada, serta kerjasama strategis dengan pihak lain seperti Perusda MBS, Kutai Timur dapat mengoptimalkan sumber daya dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada akhirnya, kolaborasi dan komitmen untuk memperbaiki infrastruktur dan sektor usaha lokal akan menjadi landasan yang kokoh bagi pertumbuhan dan kemajuan Kabupaten Kutai Timur ke depan.
