Sangatta – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya pembauran kebangsaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah tantangan modern saat ini.
“Kami optimis Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) dapat membawa Kutim lebih kondusif dalam bingkai bhineka tunggal ika. Saya percaya bahwa FPK ini akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya kepada awak media usai pelantikan FPK di ruang Meranti Gedung Bupati Kutim, Sabtu (1/6/2024).
Ia menjelaskan bahwa FPK merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan pembauran kebangsaan.
“Proses Pembauran Kebangsaan meliputi kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, dan etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa menghilangkan identitas masing-masing,” jelasnya.
Bupati Ardiansyah juga menyoroti pentingnya pembauran kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat. Menurutnya, kemajuan teknologi ini memudahkan arus informasi dan komunikasi, namun juga meningkatkan risiko terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
“Pembauran kebangsaan harus terus digelorakan dan diperjuangkan agar dapat menekan konflik dan potensi konflik yang terjadi,” tegasnya.
Bupati Ardiansyah memuji masyarakat Kutai Timur yang dikenal cinta damai dan saling menghormati satu sama lain. Ia juga menyampaikan harapannya agar FPK dapat menjaga kondusifitas di tengah masyarakat yang rentan terhadap konflik.
“Perlu pembauran antar suku agar fanatisme kesukuan tidak memicu konflik. Sekecil apapun persoalan sosial harus segera terselesaikan agar tidak menjadi besar,” tambahnya.
Ketua FPK Kabupaten Kutai Timur yang baru dilantik, Abdul Kader, bersama jajaran pengurus lainnya, diharapkan dapat berkomitmen dalam menjalankan tugas mereka.
“Saya mengajak kita semua, terutama pengurus dan anggota FPK, untuk menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku, dan masyarakat, serta merumuskan rekomendasi kepada Bupati sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembauran kebangsaan,” ujar Ardiansyah.
Pelantikan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar FPK dapat menjalankan tugasnya dengan lancar untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta membawa manfaat bagi masyarakat Kutai Timur.
