Rembang – Ribuan warga tumpah ruah di jalanan Desa Tasikagung, Rembang, dalam rangka memeriahkan Sedekah Laut tahunan, Kamis (18/4/2024). Acara ini, yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Rembang dan sekitarnya. Upacara ini merupakan wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut dan momen untuk mempererat rasa persaudaraan antar warga.
Sejak pagi hari, puluhan kelompok karnaval dari berbagai RT di Desa Tasikagung telah bersiap dengan kostum dan atraksi mereka yang meriah. Arak-arakan mulai dari Pelabuhan Desa Tasikagung menuju Alun-alun Rembang. Alunan musik tradisional dan sorak-sorai warga mengiringi semaraknya acara.
Tahun ini, Sedekah Laut Tasikagung terasa lebih istimewa dengan penampilan yang lebih kreatif dan inspiratif. Berbeda dari tahun sebelumnya, tidak ada ogoh-ogoh berwajah seram, melainkan replika hewan berukuran besar, pertunjukan wayang, kendaraan tradisional, dan berbagai atraksi menarik lainnya. Selain itu, terdapat pula pertunjukan seni seperti senam, parade tari, dan karnaval yang semakin memeriahkan suasana.
Semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat Desa Tasikagung terlihat jelas dalam persiapan dan pelaksanaan Sedekah Laut ini. Setiap RT bahu membahu untuk menampilkan karya terbaik mereka, sehingga tercipta sebuah karnaval yang penuh warna, gemerlap, dan sarat makna.
Puncak acara Sedekah Laut adalah larung sesaji ke laut. Sesaji terdiri dari kepala kambing, pisang raja, kelapa muda, berbagai jajanan pasar, bubur 4 warna, bunga setaman, air putih dalam kendi, dan replika kapal dihanyutkan ke laut. Hal ini sebagai simbol rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sedekah Laut Tasikagung tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momen untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam dan sesama. Tradisi ini menjadi warisan budaya yang sarat makna dan nilai-nilai positif bagi masyarakat.
