Malang – Shinta Nuriyah istri mantan presiden RI ke-4 almarhum Abdurrahman Wahid menyampaikan terkait pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita semua bersaudara, apapun sukunya, apapun agamanya karena pada hakikatnya kita adalah satu,” kata Shinta. Menurutnya, negara akan runtuh jika terpecah belah, sebaliknya jika bersatu negara akan utuh. Hal tersebut Shinta sampaikan kepada peserta Sahur Bersama, 25 Maret 2024, di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Peserta sahur bersama yang terdiri dari kaum dhuafa, kaum miskin, mahasiswa dan kaum marjinal sesekali meimpali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Shinta. Kita tinggal di mana? tanya Shinta. Indonesia! timpal peserta dengan riuh.
“Di mana?”
“Indonesia!”
“Yakin tinggal di Indonesia?”
“Yakin!”
“Kalau kalian semua tinggal di Indonesia, lantas mereka semua itu (yang berbeda keyakinan) siapa kita?”
“Saudara”
“Betul saudara?”
“Ya!”
“Yakin saudara?”
“Ya!”
Shinta pun mengaskan jika saudara tidak boleh gontok-gontokan, tidak boleh cakar-cakaran, tidak boleh bunuh-bunuhan. “Kita semua bersaudara,apapun sukunya, apapun agamanya,” kata Shinta. Menurut Shinta, Bangsa Indonesia hakikatnya adalah satu.
“Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Itulah kita rakyat Indonesia,” kata Shinta. Peserta pun diajak menyanyikan lagu satu nusa dan satu bangsa.
Selain itu, Isroqunnajah, wakil rektor bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga turun membeberkan cerita terkait moderasi beragama yang ada di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Kami mempunyai mahasiswa non muslim, ini kali ketiga. Luar biasa keinginanya untuk diterima di kampus kita, sehingga yang bersangkutan kita jadikan duta moderasi beragama di tingkat mahasiswa,” kata Isroqunnajah saat membuka acara Sahur Keliling 2024, Sahur Bersama Dr.(HC). Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum.
Kegiatan Sahur Keliling ini menurut Shinta sudah berjalan selama kurang lebih 20 tahun, sejak Abdurrahman Wahid masih di Istana, dengan sasaran kegiatan kaum dhuafa, kamu miskin, dan kaum marjinal. Shinta pun menutup dengan pesan untuk mempertahankan sebaik-baiknya, dan seutuh-utuhnya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
“Kita harus saling bersatu, saling tolong menolong, saling menghormati, dan saling menghargai,” katanya.
