Bontang – Progres pembangunan turap longsor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, Kalimantan Timur, masih jauh dari target yang dicanangkan.Hal ini terungkap saat Komisi III DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan, Selasa (14/11/2023).
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa progres pengerjaan proyek tersebut baru mencapai 30%. Padahal, proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2023.Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengaku pesimis proyek ini bisa selesai tepat waktu. Ia pun meminta kepada kontraktor pelaksana untuk menggencarkan pengerjaan proyek tersebut.
“Kontraktor harus ngebut ini pengerjaannya. Apalagi ini harusnya rampung di akhir Desember mendatang, tapi ini progresnya masih jauh,” ujar Amir di lokasi.
Senada, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik mempertanyakan apa yang menjadi kendala dan penyebab terjadinya keterlambatan pengerjaan proyek turap longsor tersebut. Ia pun mengaku heran karena beberapa minggu terakhir ini para pekerja tampak sepi di lokasi proyek.
“Prosesnya terlihat masih sangat jauh dari target. Kami ingin pekerjaan tersebut bisa sesuai dengan target,” ungkap politisi PKS ini.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin membenarkan jika beberapa bulan terakhir ini tidak ada pekerja di proyek jalan longsor tersebut. Ia pun mengakui bahwa proyek tersebut mengalami keterlambatan.
“Kendala utamanya ialah persoalan pembayaran kalau pemborongnya dari warga lokal,” jelasnya.
Anwar mengatakan bahwa sebelumnya, pemenang tender ranking satu bukan kontraktor yang saat ini mengerjakan proyek turap longsor, akan tetapi mereka ini berada di ranking dua.
“Pemenang tender rangking satu itu tak dapat bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya. Sehingga pihak pemborong di ranking dua yang mendapat pekerjaan ini,” tutupnya.
Pembangunan turap longsor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, merupakan proyek yang sangat penting untuk keselamatan warga sekitar.
Turap tersebut dibangun untuk mencegah terjadinya longsor susulan yang mengancam rumah warga.Dengan adanya keterlambatan pengerjaan proyek tersebut, maka warga sekitar harus lebih waspada dan berhati-hati. Mereka juga harus selalu siap jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan.
Harapan Warga
Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, yaitu Pak Budi, mengaku khawatir dengan keterlambatan pengerjaan proyek turap tersebut. Ia berharap agar proyek tersebut bisa segera selesai agar warga bisa merasa lebih aman.
“Kami khawatir kalau longsor susulan terjadi lagi. Apalagi ini musim hujan,” ujar Pak Budi.
Warga lainnya, yaitu Bu Ani, juga berharap agar proyek tersebut bisa segera selesai. Ia pun meminta kepada pemerintah agar bisa lebih tegas kepada kontraktor pelaksana.
“Pemerintah harus tegas kepada kontraktornya. Jangan sampai proyek ini molor lagi,” ujar Bu Ani.
Dengan adanya keluhan dari warga, maka pemerintah harus segera mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pemerintah harus bisa memastikan bahwa proyek tersebut bisa selesai tepat waktu dan sesuai dengan target.
