Jakarta – Sebanyak 2.105 aparatur sipil negara (ASN) memasuki gerbang baru dalam program pertahanan negara. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI memberangkatkan ribuan ASN tersebut untuk mengikuti rangkaian Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di lima satuan pendidikan.
Pemberangkatan dilakukan melalui apel di Jakarta pada Sabtu (15/8/2026). Kepala Badan Cadangan Nasional Kemenhan Letjen TNI Gabriel Lema menjelaskan para calon Komcad ASN akan menjalani tahapan seleksi selama sekitar satu pekan sebelum memasuki pendidikan dan latihan utama. Latsarmil sendiri dijadwalkan dibuka pada 24 Agustus 2026 dan berlangsung sekitar enam pekan atau satu setengah bulan.
“Latsarmil akan dibuka pada tanggal 24 Agustus 2026,” kata Gabriel dalam konferensi pers seusai apel.
Sebelum memasuki Latsarmil, para calon Komcad harus menjalani sejumlah tahapan seleksi di lima satuan pendidikan yang telah ditentukan. Pemeriksaan tersebut meliputi aspek mental ideologi, psikologi, serta kesamaptaan. Tahapan ini berlangsung kurang lebih satu pekan sebelum peserta dinyatakan siap mengikuti latihan utama.
Sebanyak 2.105 ASN tersebut merupakan peserta yang lolos dari proses rekrutmen lebih besar. Kemenhan mencatat sebanyak 50 kementerian dan lembaga sebelumnya mengusulkan 3.180 ASN untuk mengikuti rekrutmen Komcad ASN Gelombang II 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.590 ASN mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, 2.105 orang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan berikutnya, sedangkan 485 ASN lainnya tidak lolos.
Para peserta kemudian dibagi ke lima satuan pendidikan milik TNI. Sebanyak 353 orang ditempatkan di Pusat Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan Angkatan Darat, sementara 338 peserta menjalani kegiatan di Brigade Infanteri I Pasukan Marinir I.
Sementara itu, Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara menerima 497 peserta. Sebanyak 449 ASN ditempatkan di Batalyon 461/Pasukan Gerak Cepat dan 468 peserta lainnya menjalani pelatihan di Batalyon 465/Pasgat.
Pembagian peserta tersebut memungkinkan rangkaian seleksi dan pendidikan dilaksanakan melalui sejumlah fasilitas yang tersedia di lingkungan TNI. Selama sekitar satu setengah bulan, peserta akan menjalani pembentukan sebagai calon Komponen Cadangan.
Setelah menyelesaikan Latsarmil, tahapan berikutnya adalah penetapan sebagai Komcad. Kemenhan merencanakan penetapan tersebut berlangsung pada 7 Oktober 2026.
Program Komponen Cadangan merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang melibatkan sumber daya nasional untuk memperkuat komponen utama. Status Komcad berbeda dengan prajurit aktif TNI. ASN yang mengikuti program tersebut tetap merupakan aparatur sipil negara dan pembentukan Komcad dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Gabriel berharap pelaksanaan pembentukan Komcad ASN dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus tanggung jawab di antara peserta. Kemenhan juga berharap program tersebut nantinya tidak hanya berkembang di tingkat kementerian dan lembaga pemerintah pusat.
“Kalau dari pusat sudah demikian, tentunya kami berharap pelaksanaan pembentukan Komcad ini juga menyebar ke seluruh wilayah Nusantara, ke daerah-daerah, pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota,” ujar Gabriel.
Pernyataan tersebut menunjukkan Kemenhan membuka arah pengembangan pembentukan Komcad hingga lingkungan pemerintahan daerah. Namun, pemberitaan ANTARA pada Sabtu (15/8/2026) belum memerinci jadwal maupun jumlah ASN pemerintah daerah yang nantinya dapat mengikuti program serupa.
Program Gelombang II melanjutkan pembentukan Komcad ASN yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada Gelombang I, sebanyak 1.758 personel Komcad ASN telah menyelesaikan pendidikan Latsarmil pada Jumat (5/6/2026). Mereka juga menjalani pendidikan selama sekitar satu setengah bulan.
Pelaksanaan Latsarmil terhadap ASN menjadi salah satu bagian dari kebijakan pembentukan Komponen Cadangan pada 2026. Tahapan tersebut meliputi proses pengusulan peserta, pemeriksaan kesehatan, seleksi, pendidikan dasar kemiliteran hingga penetapan sebagai anggota Komcad.
Dalam Gelombang II, jumlah awal peserta yang diberangkatkan pada Sabtu (15/8/2026) mencapai 2.105 ASN. Namun, jumlah peserta yang kemudian tercatat mengikuti upacara pembukaan Latsarmil pada 24 Agustus 2026 menjadi 2.065 orang. ANTARA mencatat 748 di antaranya perempuan dan 1.317 laki-laki.
Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa angka 2.105 pada tahap pemberangkatan belum merupakan jumlah akhir peserta yang mengikuti pembukaan pelatihan. Sumber ANTARA tanggal 15 Agustus belum menjelaskan perubahan jumlah karena tahapan seleksi masih berlangsung sebelum Latsarmil resmi dimulai.
Pelaksanaan pendidikan di lima satuan TNI juga menjadi bagian penting dari pembentukan peserta. Selain pembinaan kemampuan dasar, proses tersebut diarahkan untuk membangun kesiapan peserta sebagai bagian dari Komponen Cadangan setelah mereka resmi ditetapkan.
Pada saat yang sama, para peserta berasal dari lingkungan birokrasi pemerintahan. Setelah rangkaian pendidikan selesai, ASN akan kembali menjalankan tugas pada instansi masing-masing dengan status Komcad mengikuti ketentuan yang berlaku.
Kemenhan menempatkan pembentukan Komcad sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan. Gabriel berharap semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang dibangun selama pendidikan dapat memberikan manfaat ketika peserta kembali menjalankan tugas sebagai ASN.
Pemberangkatan 2.105 ASN pada Sabtu (15/8/2026) dengan demikian menjadi tahap awal sebelum Latsarmil Gelombang II resmi dimulai pada 24 Agustus 2026. Setelah melalui seleksi dan pendidikan sekitar enam pekan, peserta yang memenuhi seluruh tahapan direncanakan ditetapkan sebagai Komponen Cadangan pada 7 Oktober 2026.
