Mojokerto – Pagi yang cerah di kawasan industri Ngoro disambut semangat luar biasa dari 60 warga Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Para ibu yang tergabung dalam komunitas senam ini antusias mengikuti kunjungan edukatif ke Pabrik Yakult pada Selasa (15/4/2025), sebuah pengalaman yang mempertemukan mereka langsung dengan dunia produksi minuman probiotik yang selama ini hanya mereka kenal dari botol-botol mungil berwarna merah putih.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang proses pembuatan Yakult, mulai dari fermentasi bakteri baik Lactobacillus casei Shirota strain hingga tahap pengemasan dan distribusi. Dalam tur ini, para peserta juga mendapat penjelasan mengenai manfaat kesehatan dari minuman probiotik bagi sistem pencernaan.
“Kami sangat senang bisa diajak berkunjung ke pabrik Yakult. Selain bisa melihat langsung bagaimana minuman ini diproduksi, kami juga jadi lebih paham pentingnya menjaga kesehatan pencernaan dengan konsumsi minuman probiotik secara rutin,” ujar Feny, salah satu peserta dari grup senam Ngastemi.
Rombongan disambut hangat oleh pihak Yakult yang memandu sesi kunjungan dengan ramah dan interaktif. Selain tur pabrik, para peserta juga diajak dalam sesi tanya jawab untuk menggali lebih banyak informasi tentang pola hidup sehat. Di akhir acara, mereka mendapat souvenir serta kesempatan mencicipi produk Yakult segar langsung dari sumbernya.
Menurut panitia kunjungan, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pemberdayaan dan peningkatan wawasan masyarakat Desa Ngastemi, khususnya dalam aspek kesehatan dan gaya hidup. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap program-program edukasi semacam ini.
“Kami berharap kunjungan seperti ini bisa memberikan dampak positif jangka panjang. Tidak hanya sebagai wisata edukasi, tapi juga sebagai pemicu kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh dari dalam,” kata salah satu panitia pendamping kegiatan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama di halaman pabrik, yang menjadi simbol kenangan akan hari penuh ilmu dan tawa. Diharapkan, pengalaman ini menjadi inspirasi bagi desa lain untuk menggagas kegiatan serupa yang menyentuh aspek edukasi dan kesehatan masyarakat.
