Probolinggo – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memajukan dunia pendidikan digital dengan menggelar program workshop bertajuk “Podcast Goes to School” bersama SMKN 3 Probolinggo. Kegiatan yang dihadiri oleh 100 siswa-siswi ini dilangsungkan di aula sekolah, Jumat (17/5/2024).
Direktur Branding, Marketing, dan Media Unesa, Herma Prabayanti, menyampaikan program ini merupakan bagian dari upaya rutin universitas dalam menyapa generasi muda. Selain itu membekali mereka dengan pemahaman teknologi terapan.
“Kami berfokus untuk mengadaptasi teknologi digital dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Kepala sekolah, Atim Sucianah, M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga bagi siswa-siswi. Lebih lanjut, Atim menambahkan bahwa workshop ini memberikan wawasan baru kepada siswa-siswi tentang dunia podcasting. Mereka memahami bahwa podcast bukan hanya sebagai sarana hiburan semata, tetapi juga dapat berperan sebagai media branding yang efektif.
“Saya mengapreasiasi kegiatan ini. Ini luar biasa. Teman-teman Kece Media dari Unesa telah memberikan pengalaman berharga kepada siswa-siswi kami. Anak-anak kami kemudian tahu dan paham bagaimana proses pembuatan podcast. Ternyata podcast juga bisa berperan sebagai media branding. Kegiatan ini menjadi ajang belajar dan berkarya bagi siswa-siswi SMKN 3 Probolinggo. Semoga ini menjadi ibadah teman-teman dari Kece Media Unesa,” kata Atim Sucianah, M.Pd., Kepala SMKN 3 Probolinggo.
Ia menambahkan bahwa melalui workshop ini, para siswa mendapatkan wawasan baru tentang dunia siniar. Mereka juga paham bahwa ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuannya dalam bidang media. Selama proses workshop, peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa-siswi. Hal ini dalam mengembangkan potensi diri di bidang digital dan media.
“Saya yakin ke depan podcast akan masih tetap relevan sebagai salah satu media branding sekolah. Sedangkan kegiatan ini pasti berdampak positif. Selain itu menjadi langkah awal bagi siswa SMKN 3 Probolinggo untuk menjadi kreator konten berkualitas,” tutur Herma.
