Pasaman Barat – Suara mesin menggelegar memecah udara di Sirkuit Non-Permanen Bandar Udara Pusako Anak Nagari, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (1/11/2025). Ribuan penonton tumpah ruah menyambut perhelatan bergengsi “Piala Bupati Dragbike Pasaman Barat 2025”, ajang balap lurus pertama di wilayah itu yang digadang-gadang sebagai kompetisi dengan hadiah terbesar se-Sumatera.
Di tengah ketatnya persaingan antar tim besar dari berbagai provinsi, satu kontingen lokal mencuri perhatian: Team Ajo Pasbar. Tim ini hadir dengan misi jelas — mengibarkan semangat kemandirian dan membuktikan bahwa talenta asli Pasaman Barat mampu bersaing di level tertinggi dunia dragbike.
Ketua Team Ajo Pasbar, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa partisipasi mereka bukan sekadar formalitas.
“Kehadiran Piala Bupati Dragbike 2025 di tanah kita sendiri adalah kehormatan besar. Ini panggung yang sudah lama kami nantikan,” ujarnya. “Kami tidak datang hanya untuk berpartisipasi. Kami datang untuk bertarung dengan semangat sportivitas dan membawa nama baik daerah.”
Dalam kompetisi ini, Team Ajo Pasbar menurunkan andalan terbaiknya, Yoanda Ariesta, joki muda asal Pasaman Barat yang telah mencatatkan prestasi gemilang di berbagai ajang dragbike Sumatera. Reputasinya sudah terbukti saat ia menjuarai beberapa kategori di Power Dragbike Sumbar yang digelar di Padang beberapa waktu lalu. Dokumentasi podium kemenangannya menjadi bukti nyata konsistensi dan kemampuan teknis yang mumpuni.
Kali ini, Yoanda tampil di depan publiknya sendiri dengan harapan tinggi untuk mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah. Berdasarkan data Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pasbar, manajemen Team Ajo Pasbar melalui Saipen Kasri telah resmi mendaftarkan Yoanda di empat kelas BRACKET TIME — 8,5 detik, 9,5 detik, 10 detik, dan 11 detik.
Kategori Bracket Time dikenal sebagai kelas yang menuntut presisi tinggi dan kestabilan performa, bukan sekadar kecepatan maksimum. Pembalap harus mampu mengontrol kecepatan agar catatan waktunya sedekat mungkin dengan target yang ditentukan. Di kelas ini, konsistensi, teknik pengereman, dan kemampuan membaca lintasan menjadi kunci utama keberhasilan.
Manajemen Team Ajo Pasbar juga menunjukkan profesionalisme dengan menyelesaikan seluruh administrasi lomba, termasuk pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp1.440.000. Semua persiapan dilakukan jauh hari sebelum perlombaan dimulai, menandakan keseriusan tim dalam menghadapi kompetisi berskala besar ini.
Dukungan terhadap event ini datang langsung dari Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, S.H., M.M., dan Wakil Bupati M. Ihpan, yang berperan penting dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif di daerah. Sinergi juga terlihat dari tokoh masyarakat seperti Nasta Oktavian, S.H., M.Kn., dan H. Decky H. Saputra, S.H., yang turut memberikan dukungan penuh demi kemajuan talenta lokal.
Slogan “Semua Bisa Jadi Juara” yang diusung panitia berhasil menciptakan atmosfer inklusif bagi seluruh peserta. Ajang ini juga menampilkan bintang tamu spesial, dua ladies bikers ternama, Arrazara dan Zayakecil03, yang didatangkan dari Bengkulu dan Palembang, menambah daya tarik bagi para penonton.
Dengan persiapan matang dan dukungan publik yang luar biasa, seluruh perhatian kini tertuju pada Yoanda Ariesta, sang joki muda Pasbar yang akan berjuang di lintasan sendiri. Mampukah ia menaklukkan waktu dan mengibarkan bendera kebanggaan daerah di podium tertinggi? Semua akan terjawab ketika mesin berderu dan garis finis menanti sang juara.
