Sidoarjo – Malam Sabtu (20/7/2024) di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, suasana terasa lebih khidmat dan penuh berkah. Ribuan warga berkumpul di lapangan desa untuk mengikuti ruwatan desa yang digelar oleh Pemerintah Desa Trompoasri. Acara ini bukan hanya sekedar tradisi, tetapi juga menjadi momen berharga untuk berbagi dan berdoa bersama.
Acara dimulai dengan penyantunan anak-anak yatim dan dhuafa, diikuti dengan pembacaan sholawat yang menggema di seluruh desa. Dalam acara yang penuh makna ini, hadir Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Guno Winarno atau yang akrab disapa Abah Kirun dan Plt Bupati Sidoarjo, Subandi S.H., M.Kn atau Abah Bandi. Kehadiran kedua tokoh ini memberikan semangat dan inspirasi tersendiri bagi warga desa.
Abah Kirun, dengan kebijaksanaannya, mengajak seluruh warga untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan. “Keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan yang kita rasakan saat ini adalah buah dari doa dan usaha kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Abah Bandi, yang dikenal dengan kepeduliannya terhadap anak yatim dan dhuafa, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Trompoasri. “Apa yang dilakukan Pemdes Trompoasri ini sangat luar biasa. Kepedulian seperti ini perlu kita teruskan dan kembangkan,” kata Abah Bandi.
Dalam sambutannya, Abah Bandi juga menyampaikan harapannya agar desa Trompoasri menjadi desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur, desa yang penuh dengan kebaikan dan ampunan Allah. “Mudah-mudahan maksud dan tujuan masyarakat serta Pemerintah Desa Trompoasri tersampaikan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya kepada Kepala Desa Trompoasri dan seluruh perangkatnya yang selalu peduli terhadap pendidikan anak-anak yatim. “Pak Lurah ini hebat. Perangkatnya juga hebat. Masih senang dan peduli pada anak yatim. Terutama terhadap pendidikannya. Saya yakin derajat beliaunya akan terangkat,” ungkap Abah Bandi.
Kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa, menurut Abah Bandi, bukan hanya akan membawa berkah bagi desa dan warganya, tetapi juga akan meninggikan derajat mereka di dunia dan akhirat. “Kepala desa maupun perangkatnya yang peduli kepada anak yatim serta dhuafa akan ditinggikan derajatnya, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” tutupnya.
Ruwatan desa ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian, sebuah komunitas dapat mencapai keberkahan dan kesejahteraan yang hakiki. Desa Trompoasri telah memberikan contoh, bagaimana tradisi lokal yang dibalut dengan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi sumber inspirasi bagi desa-desa lainnya.
