Solok – Jalan bukan sekadar lintasan, tapi harapan yang menjejak tanah. Itulah gambaran proyek pembangunan Jalan Bukit Kandung–Penjalangan di Kabupaten Solok yang kini tengah berlangsung dengan progres menjanjikan. Dengan nilai anggaran sekitar Rp9,6 miliar, pemerintah daerah menunjukkan keseriusan menghadirkan infrastruktur yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Proyek preservasi ini menyasar jalur vital yang selama puluhan tahun dinantikan warga. Jalan Bukit Kandung–Penjalangan menjadi penghubung strategis antarwilayah, menopang kebutuhan mobilitas, perdagangan, serta akses pendidikan dan sosial warga sekitar. Pemerintah mulai menggenjot pembangunan pada akhir tahun 2025 dengan harapan proyek ini bisa rampung sesuai target.
Suasana lapangan menunjukkan kesibukan luar biasa. Alat berat bekerja tanpa jeda, pekerja konstruksi berjibaku menuntaskan setiap tahap pengerjaan. Semua pihak berkomitmen agar hasil proyek dapat segera dirasakan manfaatnya, mengingat pentingnya fungsi jalan ini bagi masyarakat Bukit Kandung dan sekitarnya.
“Kami sangat bersyukur. Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi pembangunan harapan. Perhatian pemerintah ini sangat berarti bagi kami dan akan membawa dampak besar bagi masa depan masyarakat Bukit Kandung,” ujar Nasripul Romika Datuak Bagindo Sutan, tokoh masyarakat setempat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini sangat dipengaruhi oleh kolaborasi positif antara warga dan pemerintah. Warga tidak hanya menyambut proyek ini dengan antusias, tetapi juga aktif menjaga keamanan dan kelancaran proses pembangunan.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut mencerminkan adanya sinergi kuat antara aspirasi masyarakat dan respons nyata pemerintah. Sebuah langkah konkret yang bisa menjadi contoh pembangunan inklusif di daerah lain.
Jalan ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan. Proyek ini juga diyakini dapat menjadi pemicu pertumbuhan UMKM lokal yang selama ini terkendala akses transportasi.
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, pembangunan Jalan Bukit Kandung–Penjalangan juga menyentuh aspek sosial dan pemerataan pembangunan. Jalan ini menjadi simbol kehadiran negara di daerah-daerah pelosok yang sering terabaikan.
Dengan semangat gotong royong dan pengawasan ketat, proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan menghadirkan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup warga. Di tengah geliat pembangunan ini, masyarakat Bukit Kandung melihat masa depan dengan lebih terang.
