Mahulu – Keterbatasan fasilitas latihan tak menyurutkan semangat pembalap muda asal Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Antonia Carissa C.S, untuk mengukir prestasi di ajang balap motor tingkat nasional. Pelajar yang akrab disapa Chika itu berhasil meraih podium keempat dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) GTX Motocross Putaran 3 Regional Kalimantan.
Kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit BMC, Kota Balikpapan, pada 4 Oktober 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian bagi Chika dalam menunjukkan kemampuan bersaing dengan pembalap dari berbagai daerah. Meski menghadapi sejumlah keterbatasan, siswi kelas IX SMPN 01 Long Bagun itu mampu menorehkan hasil membanggakan dengan membawa nama Kabupaten Mahulu.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Chika. Pasalnya, keikutsertaannya dalam ajang bergengsi itu bukan sekadar mengejar prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama daerah, sekolah, serta keluarga yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegemarannya di dunia balap motor.
Di bawah pembinaan cabang olahraga (Cabor) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Mahulu, Chika berupaya menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang bagi atlet daerah untuk bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional.
“Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti event Kejurnas motocross di Balikpapan. Bisa naik podium juara 4 dan membawa nama Kabupaten Mahulu, dan nama sekolah SMPN 01 Long Bagun, serta membanggakan orang tua,” ucap Chika dengan penuh semangat saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).
Di balik pencapaian tersebut, Chika mengungkapkan sejumlah tantangan yang harus dihadapinya selama mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan. Salah satu kendala terbesar adalah belum tersedianya sirkuit atau arena latihan motocross yang memadai di Kabupaten Mahulu.
Kondisi itu membuat proses latihan belum dapat dilakukan secara optimal sebagaimana atlet dari daerah yang telah memiliki fasilitas khusus. Selain persoalan arena, keterbatasan perlengkapan balap, termasuk jersey dan kebutuhan pendukung lainnya, turut menjadi tantangan dalam mengembangkan kemampuannya.
Meski demikian, berbagai kendala tersebut tidak membuat Chika kehilangan motivasi. Dengan tekad kuat, ia tetap mengikuti kejuaraan secara mandiri di bawah pembinaan pengurus Cabor IMI Mahulu.
Bagi Chika, keberhasilan meraih posisi keempat menjadi modal berharga untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. Ia pun memasang target lebih tinggi agar suatu saat mampu berdiri di podium tertinggi.
“Harapan saya kedepan semoga event kejuaraan bisa lebih baik lagi dan bisa naik podium satu. Saya juga berharap semoga ada perhatian lebih dari pihak-pihak terkait khususnya untuk pembalap pemula seperti saya,” harapnya.
Sementara itu, Bendahara Cabor IMI Mahulu, Desly Dirgantara, memberikan apresiasi atas keberanian dan pencapaian atlet muda tersebut dalam mengikuti kejuaraan nasional di tengah keterbatasan fasilitas olahraga yang tersedia di daerah.
Menurut Desly, Kabupaten Mahulu sebenarnya memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga otomotif. Hal itu terlihat dari tingginya minat generasi muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan maupun kompetisi balap motor.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Hingga kini, para atlet masih harus memanfaatkan lokasi seadanya untuk menjalani latihan.
“Kita sebenarnya mensyukuri, meski dihadapkan dengan segala keterbatasan. Seperti arena. Selama ini kita latihan mandiri saja,” ucap Desly.
Ia menjelaskan, atlet yang tergabung dalam Cabor IMI Mahulu selama ini melakukan latihan secara mandiri di sekitar kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten Mahulu. Lokasi tersebut dimanfaatkan sementara karena belum tersedia arena khusus yang memenuhi kebutuhan pembinaan olahraga otomotif.
Desly menyebutkan, berbagai potensi atlet beserta kendala yang mereka hadapi telah dikoordinasikan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mahulu. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang dukungan terhadap pengembangan fasilitas latihan pada masa mendatang.
Menurutnya, keberadaan sirkuit khusus bukan hanya penting untuk meningkatkan kemampuan teknis dan prestasi atlet, tetapi juga dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga balap motor.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terarah, sekaligus memberikan ruang bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan minat melalui kegiatan olahraga yang terorganisasi.
“Kalau ada arena khusus kan bagus juga, daripada anak muda balapan liar. Lebih baik kita fasilitasi mereka dan kembangkan bakatnya. Harapan dari teman-teman atlet memang perlu ada arena khusus,” terangnya.
Desly menilai, dukungan terhadap pembangunan fasilitas latihan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendorong kemajuan olahraga otomotif di Mahulu. Terlebih, antusiasme generasi muda dinilai cukup tinggi dan berpotensi melahirkan atlet-atlet berprestasi apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.
Keberhasilan Chika meraih podium keempat di Kejurnas GTX Motocross Regional Kalimantan sekaligus menjadi gambaran bahwa atlet muda dari wilayah pedalaman Kalimantan Timur memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama bagi pemangku kepentingan olahraga daerah untuk memperkuat pembinaan, menyediakan perlengkapan pendukung, serta memperjuangkan pembangunan arena latihan yang layak.
Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan yang lebih baik, peluang munculnya pembalap-pembalap muda berbakat dari Mahulu semakin terbuka. Capaian Chika pun menjadi bukti bahwa semangat dan kegigihan mampu menghasilkan prestasi, meskipun harus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.
