Kediri – Ambisi Kota Kediri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur XI Tahun 2029 terus dimatangkan. Tidak ingin berjalan sendiri, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri mulai memperkuat kerja sama antardaerah dengan menggandeng Kabupaten Blitar sebagai calon penyangga penyelenggaraan pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan jajaran KONI Kota Kediri kepada pengurus KONI Kabupaten Blitar, Selasa (20/10/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan KONI Jawa Timur agar proses pengajuan tuan rumah Porprov Jatim 2029 segera dipercepat. Kota Kediri diproyeksikan sebagai calon tuan rumah utama dengan dukungan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar sebagai daerah penyangga, meskipun kesepakatan resmi masih dalam proses pembahasan.
Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan daerah sekitar untuk membangun kesepahaman terkait rencana penyelenggaraan Porprov Jatim XI.
Menurutnya, dukungan dari daerah penyangga menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mempersiapkan pengajuan tuan rumah. Terlebih, Porprov merupakan ajang olahraga yang mempertandingkan berbagai cabang olahraga sehingga membutuhkan kesiapan sarana, prasarana, dan koordinasi penyelenggaraan.
Dalam pertemuan tersebut, KONI Kota Kediri secara resmi menyampaikan tawaran kepada KONI Kabupaten Blitar untuk bergabung sebagai salah satu daerah penyangga.
Koko menjelaskan, tahapan awal yang diperlukan adalah kesediaan secara lisan dari pengurus KONI Kabupaten Blitar. Setelah itu, persetujuan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui jawaban tertulis sebagai dasar untuk melanjutkan proses koordinasi.
“Kami harap dalam minggu ini sudah ada jawaban secara tertulis dari KONI Kabupaten Blitar,” ungkap Koko, Selasa (20/10/2026).
Ia berharap kepastian tersebut dapat segera diperoleh agar proses pengajuan tuan rumah Porprov Jatim 2029 tidak mengalami hambatan.
Menurut Koko, komunikasi yang dibangun sejak awal akan memudahkan ketiga daerah dalam menyusun berbagai kebutuhan penyelenggaraan, termasuk pembagian peran dan kesiapan fasilitas olahraga.
Meski demikian, pihaknya belum membahas secara terperinci pembagian lokasi pertandingan atau venue untuk masing-masing cabang olahraga.
Koko menegaskan, penentuan lokasi pertandingan masih akan dibicarakan lebih lanjut bersama KONI Kabupaten Kediri dan KONI Kabupaten Blitar.
Pembahasan tersebut nantinya perlu mempertimbangkan kesiapan fasilitas olahraga yang dimiliki masing-masing daerah serta kebutuhan teknis cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Bagi KONI Kota Kediri, hal paling mendesak saat ini adalah memperoleh kepastian komitmen dari daerah-daerah yang akan terlibat dalam pengajuan tuan rumah.
Dengan adanya kesanggupan bersama, tahapan persiapan berikutnya dapat dilakukan secara lebih terarah melalui koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah.
Sementara itu, tawaran KONI Kota Kediri mendapat tanggapan positif dari jajaran KONI Kabupaten Blitar.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Blitar, Eka Purwanta, menyampaikan bahwa pengurus yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik ajakan untuk menjadi daerah penyangga Porprov Jatim XI 2029.
Menurutnya, kesempatan terlibat dalam penyelenggaraan ajang olahraga tingkat Jawa Timur tersebut merupakan tawaran yang menggembirakan bagi KONI Kabupaten Blitar.
Namun, Eka menegaskan bahwa persetujuan secara lisan belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi organisasi. Tawaran tersebut tetap harus disampaikan kepada Ketua KONI Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
“Kalau secara lisan kami yang hadir disini menerima tawaran tersebut, untuk jawaban secara tertulis kami akan sampaikan dulu kepada pimpinan,” terang Eka.
Eka menjelaskan, koordinasi dengan pimpinan KONI dan pemerintah daerah menjadi langkah penting sebelum menyampaikan keputusan secara formal.
Hal tersebut diperlukan karena keterlibatan sebagai daerah penyangga tidak hanya berkaitan dengan kesiapan organisasi olahraga, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam berbagai aspek penyelenggaraan.
Kesiapan fasilitas pertandingan, kebutuhan operasional, dan dukungan kelembagaan menjadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.
Karena itu, KONI Kabupaten Blitar akan terlebih dahulu melaporkan hasil pertemuan kepada pihak terkait sebelum memberikan jawaban tertulis kepada KONI Kota Kediri.
Di sisi lain, KONI Kota Kediri telah menyiapkan langkah lanjutan apabila kesediaan daerah penyangga memperoleh persetujuan resmi.
Koko menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan komunikasi tersebut kepada Pemerintah Kota Kediri sebagai calon tuan rumah utama Porprov Jatim 2029.
Selanjutnya, Pemkot Kediri diharapkan dapat mengundang kepala daerah maupun dinas terkait dari Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar untuk membahas kerja sama penyelenggaraan.
Pertemuan antarpemerintah daerah tersebut direncanakan menjadi bagian dari proses penyusunan surat kesepakatan bersama mengenai dukungan tuan rumah utama dan daerah penyangga.
Dokumen kesepakatan diperlukan untuk memperjelas komitmen masing-masing daerah dalam mendukung pengajuan penyelenggaraan Porprov Jatim XI.
Melalui kesepakatan tersebut, pembagian tanggung jawab diharapkan dapat dirumuskan secara lebih terukur, termasuk mengenai kesiapan fasilitas dan dukungan teknis penyelenggaraan.
Koko menilai koordinasi antara KONI dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat tahapan pengajuan tuan rumah.
Sebab, penyelenggaraan Porprov tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi olahraga, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai unsur pemerintah daerah.
Selain menyiapkan lokasi pertandingan, calon tuan rumah juga perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan pendukung agar pelaksanaan kompetisi dapat berlangsung sesuai standar yang ditetapkan.
Karena itu, pembahasan pembagian venue akan dilakukan setelah terdapat kesepahaman mengenai kesiapan dan kesanggupan ketiga daerah.
KONI Kota Kediri ingin memastikan proses pengajuan berjalan secara bertahap, dimulai dari komunikasi antarpengurus, persetujuan resmi, hingga koordinasi bersama pemerintah daerah.
Langkah menggandeng Kabupaten Blitar tersebut merupakan kelanjutan dari komunikasi yang sebelumnya dilakukan KONI Kota Kediri dengan KONI Jawa Timur.
Koko menyebut, pada awal Oktober 2026, KONI Kota Kediri bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) telah melakukan audiensi dengan KONI Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, KONI Kota Kediri memperoleh arahan untuk mempercepat perkembangan persiapan pengajuan tuan rumah Porprov Jatim 2029.
“Langka ini merupakan tindak lanjut dari audensi antar KONI Kota Kediri bersama Disbudparpora di KONI Jatim pada awal Oktober lalu,” pungkas Koko.
Melalui komunikasi tersebut, KONI Kota Kediri berupaya menindaklanjuti arahan yang telah diberikan dengan membangun dukungan dari daerah sekitar.
Kerja sama tiga daerah dinilai dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan ajang olahraga yang melibatkan banyak atlet dan cabang olahraga.
Keterlibatan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar sebagai calon penyangga juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas olahraga yang tersebar di masing-masing wilayah.
Namun, penentuan lokasi pertandingan tetap memerlukan pembahasan lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan teknis penyelenggaraan.
Hingga saat ini, Kota Kediri masih berada pada tahap persiapan pengajuan sebagai calon tuan rumah utama. Sementara itu, keterlibatan Kabupaten Blitar masih menunggu keputusan tertulis setelah melalui koordinasi internal dan pembahasan bersama pemerintah daerah.
Dengan adanya respons positif dari KONI Kabupaten Blitar, KONI Kota Kediri berharap proses penyusunan kesepakatan bersama dapat segera dilanjutkan.
Sinergi antara Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar diharapkan mampu memperkuat kesiapan pengajuan tuan rumah Porprov Jatim XI 2029, sekaligus menjadi langkah awal membangun kerja sama olahraga antardaerah yang lebih solid.
