Mojokerto – Deru alat berat mulai terdengar di sepanjang ruas Jalan Kepuhanyar–Ngimbangan, menandai dimulainya proyek pelebaran jalan yang sangat dinanti warga. Proyek ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur Kabupaten Mojokerto yang difokuskan pada peningkatan akses dan keamanan jalan di wilayah Desa Mojoanyar.
Pekerjaan konstruksi secara resmi dimulai pada 26 Februari 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender atau hingga 24 Agustus 2025. Panjang jalan yang diperlebar mencapai 1.670,50 meter, dengan lebar bervariasi antara 5,50 hingga 6 meter. Proyek ini dibiayai penuh oleh APBD Kabupaten Mojokerto tahun 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp6.151.460.000,00. Pihak kontraktor yang mengerjakan adalah CV. Multi Cipta Anugrah.
Sugeng, warga Desa Mojoanyar yang ditemui saat melintasi lokasi proyek Sabtu (3/5/2025), menyampaikan rasa syukurnya atas proyek ini.
“Untuk pembangunan jalan ini saya sangat senang. Kalau sudah selesai pembangunan jalan ini, saya mohon untuk lampu PJU yang mati untuk segera dinyalakan, karena kalau malam gelap,” ujarnya.
Pelebaran jalan ini dinilai penting oleh masyarakat karena selama ini ruas jalan tersebut menjadi titik rawan kemacetan dan kurang nyaman dilalui, terutama saat malam hari karena minim penerangan.
Dengan proyek ini, arus lalu lintas diharapkan menjadi lebih lancar, aman, dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, warga juga berharap agar perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga pada fasilitas pendukung seperti penerangan jalan umum (PJU), marka jalan, dan drainase.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan layanan infrastruktur publik di wilayah pedesaan. Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa proyek ini akan terus dipantau agar berjalan tepat waktu dan tepat mutu.
Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat Mojoanyar berharap pembangunan infrastruktur di Mojokerto terus berlanjut untuk menciptakan wilayah yang lebih layak huni dan terhubung secara efektif antar desa.
