KAB. BANDUNG – “Ngopi bukan hanya soal seduhan, tapi tentang kekuatan sumber daya yang dimiliki bangsa.” Kalimat ini mencerminkan semangat acara Ngopi Edukasi yang digelar pada Sabtu (3/5/2025) di Kawasan Pesan Trend, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Mengusung tema “Dari Kebun Hingga Cangkir”, acara ini menyasar peningkatan kapasitas generasi muda dalam memanfaatkan sumber daya alam dan manusia melalui jalur edukatif industri kopi.
Ngopi Edukasi bukan hanya ajang pelatihan, tetapi juga wadah penguatan kesadaran kolektif akan pentingnya peningkatan kompetensi dalam mengelola SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia). Dalam konteks ini, kopi menjadi contoh nyata bagaimana SDA lokal yang melimpah seperti biji kopi dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi ketika dikelola oleh SDM yang terlatih dan berpengetahuan.
Program yang digagas oleh Coffee Garung dan Club20 Coffee and Roastery, serta didukung oleh Sanskara Manunggal dan Hmdi.id ini memberikan edukasi menyeluruh bagi peserta, mulai dari teknik budidaya kopi, pengolahan pasca panen, proses roasting, hingga penyajian akhir dalam bentuk pelatihan barista.
Peserta juga diajak menyelami secara langsung bagaimana kopi sebagai sumber daya dapat diolah dengan metode modern dan tradisional. Tur kebun kopi serta demonstrasi praktik pasca panen menjadi pengalaman nyata yang membuka wawasan mereka tentang pentingnya peran SDM dalam mengangkat kualitas SDA.
Di sisi hilir, pelatihan barista dan kompetisi manual brew hingga espresso-based memupuk keterampilan peserta untuk menghasilkan produk yang kompetitif di pasar. Tak hanya meningkatkan pengetahuan teknis, acara ini juga membangun jejaring antara peserta dengan para praktisi industri kopi.
“Terbaik eventnya, mudah-mudahan next bisa ikutan lagi ngopi edukasi dari kebun hingga cangkir…”, tulis Anto Purwano dalam ignya, Sabtu (3/5/2025).

Ngopi Edukasi menyadarkan peserta bahwa pengelolaan dari hulu hingga hilir adalah kunci menjadikan SDA seperti kopi mampu mengangkat martabat dan keberdayaan pemuda lokal. Dengan pelatihan berjenjang dan pendekatan langsung di lapangan, acara ini membuka peluang karir serta memperkuat ekosistem kopi berkelanjutan di Indonesia.
