Jember – “Sepak bola bukan sekadar permainan, tapi jalan panjang menuju mimpi,” menjadi semangat yang terasa di Stadion Notohadinegoro saat Gala Siswa 2026 resmi dimulai. Ajang ini menghadirkan ruang inklusif bagi pelajar dari berbagai jenjang untuk unjuk kemampuan tanpa hambatan biaya.
Kompetisi yang digagas Badan Liga Pelajar Jember di bawah naungan Askab PSSI Jember ini mulai digelar pada Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 64 lembaga pendidikan turut ambil bagian, mencakup tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Seluruh peserta mengikuti turnamen ini tanpa dikenakan biaya pendaftaran, sebagai upaya memperluas akses pembinaan sepak bola usia dini di daerah.
“Gala Siswa ini kami laksanakan untuk mengakomodasi lembaga-lembaga yang belum tercover dalam Liga Pelajar resmi. Semua bisa ikut, baik yang sudah masuk liga maupun yang belum,” ujar Zainul Arifin.
Ia menjelaskan bahwa tingginya antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang membludak hingga mencapai 64 tim. Bahkan, masih ada sejumlah pendaftar yang harus masuk daftar tunggu karena keterbatasan kuota. Pada hari pertama pelaksanaan, pertandingan langsung dimulai untuk kategori SD dan MI yang digabung dalam satu kelompok.
Menurut Zainul, kebijakan tanpa biaya pendaftaran menjadi strategi penting untuk membangun fondasi sepak bola sejak usia dini. Ia menilai, tahap awal pembinaan sangat menentukan perkembangan pemain ke jenjang berikutnya.
“Harapannya, dari sini muncul kesenangan bermain bola. Nanti akan lahir talenta-talenta yang berkembang ke tingkat SMP, SMA, hingga seterusnya,” katanya.
Lebih jauh, pihak penyelenggara juga memiliki visi jangka panjang dengan mendorong sepak bola masuk dalam kurikulum pendidikan. Rencana ini ditargetkan mulai dibahas bersama Dinas Pendidikan pada [2027]. Hal ini dinilai penting, mengingat tidak semua siswa memiliki kesempatan mengikuti sekolah sepak bola di luar jam belajar.
“Tidak semua anak bisa ikut sekolah sepak bola karena keterbatasan waktu, seperti sistem full day school. Karena itu, kami ingin ada ruang latihan di sekolah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kompetisi menggunakan sistem grup. Setiap tim dijadwalkan bermain sebanyak tiga kali pada fase awal, sehingga tidak langsung tersingkir. Tim yang keluar sebagai juara dan runner-up grup akan melaju ke babak 32 besar, yang kembali menggunakan sistem serupa.
Format ini dirancang untuk memberikan jam terbang lebih banyak bagi para pemain muda. Dengan begitu, pembinaan tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga proses pengembangan kemampuan individu dan kerja sama tim.
Turnamen Gala Siswa 2026 ini akan berlangsung hingga [Mei 2026], dengan pertandingan rutin digelar setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Kehadiran ajang ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi pesepak bola berbakat dari Jember yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
