Mojokerto – Perekonomian Kota Mojokerto mengalami pertumbuhan sebesar 5,32 persen pada 2024, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 2,79 persen. Sektor transportasi dan pergudangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 9,74 persen, sementara konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama dengan kontribusi 74,90 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mojokerto, nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp8,61 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp5,68 triliun. Dari sisi produksi, struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang berkontribusi 30,62 persen terhadap total PDRB.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto tahun 2024 cukup menggembirakan. Semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan kecuali sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami kontraksi sebesar 2,29 persen,” ujar Hasan As’ari, Kepala BPS Kota Mojokerto, Jumat (28/2/2025).
Selain transportasi dan pergudangan, sektor jasa lainnya juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 8,35 persen, diikuti informasi dan komunikasi (7,92 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (6,80 persen).
Di sisi pengeluaran, selain konsumsi rumah tangga yang mendominasi, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,51 persen. Konsumsi pemerintah juga mengalami percepatan dengan pertumbuhan 6,70 persen, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1,58 persen.
Namun, tantangan masih ada, terutama dari sisi ekspor barang dan jasa yang tercatat negatif sebesar -22,14 persen. Hal ini menunjukkan masih adanya defisit perdagangan yang perlu diperhatikan dalam strategi ekonomi ke depan.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Kota Mojokerto diharapkan dapat terus memperkuat sektor unggulan dan memperluas peluang investasi guna mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
