Sangatta – Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKS, Agusriansyah Ridwan menyuarakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dasar di Kecamatan Sandaran.
Agusriansyah, yang mewakili Dapil Bontang, Kutai Timur, dan Berau, menyoroti persoalan jalan, listrik, dan air bersih yang masih menjadi tantangan utama di Sandaran. Menurutnya, sejak awal kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman, pembangunan infrastruktur memang telah dimulai lewat program multi years, namun terkendala oleh kinerja pihak ketiga.
“Masalahnya bukan pada perencanaan, tapi pada pelaksana di lapangan. Pihak Ketiga yakni kontraktor tidak menjalankan kewajibannya dengan baik sehingga proyek terhambat,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (5/5/2025).
Meski demikian, Agusriansyah mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kutim yang tahun ini kembali melanjutkan dan menambah alokasi anggaran untuk pembangunan jalan di Sandaran. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk komitmen nyata menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke daerah terluar.
“Saya sangat mengapresiasi pemkab Kutim yang tahun ini melanjutkan dan menambah program infrastruktur di Sandaran,” tuturnya.
Sebelumnya, pada Selasa (15/4/2025), Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin langsung rapat fasilitasi pembukaan jalan sepanjang 17,47 kilometer dari Desa Manubar hingga Tanjung Mangkalihat. Jalan tersebut akan dibuka di atas Areal Penggunaan Lain (APL), agar tidak merusak kawasan hutan lindung.
“Pembangunan jalan ini sangat strategis untuk membuka keterisolasian desa-desa yang selama ini belum tersambung transportasi darat,” kata Ardiansyah dalam rapat tersebut.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain Asisten Pemerintahan Poniso Suryo Renggono, Kepala Bappeda Noviari Noor, Plt Kadis PUPR Joni Abdi Setia, Plt Camat Sandaran Mulyadi, serta kepala desa setempat.
Plt Camat Mulyadi menyampaikan bahwa masyarakat menyambut gembira proyek ini dan telah menyiapkan dukungan tenaga dan peralatan. “Jalan ini akan jadi tulang punggung distribusi hasil pertanian dan perikanan warga ke pusat kota,” jelasnya.
Plt Kadis PUPR Joni Abdi menyatakan bahwa desain teknis pembangunan jalan sudah selesai. Pelaksanaan pembukaan jalan dilakukan tahun ini, sementara pengerasan masuk dalam APBD tahun depan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, pembangunan jalan Sandaran tak hanya menjadi proyek fisik, tapi simbol kehadiran negara hingga ke pelosok. Sinergi multipihak pun diharapkan menjadi pola percepatan pembangunan di kecamatan lain di Kutim yang juga masih terbelakang secara infrastruktur.(Adv).
