Jakarta — Pihak berwenang Afrika Selatan (Afsel) akhirnya menyuntik mati harimau peliharaan warga pada Rabu (18/1/2023), yang lepas dari kandangnya. Saat kabur, harimau ini telah membunuh dua anjing dan satu ekor babi, serta melukai seorang pria.
Hewan ini merupakan Harimau Benggala berjenis kelamin betina berusia delapan tahun yang bernama Sheba. Harimau Benggala sendiri bukanlah binatang asal Afrika. Sheba tinggal di kandang dan seseorang yang tinggal di Johannesburg memeliharanya. Hingga akhirnya harimau ini melarikan diri pada Jumat (13/1/2023) malam waktu setempat.
Dr Louise de Waal
Seorang pria berusia 39 tahun menjadi korban serangan Sheba, tapi penduduk setempat berhasil mengusirnya dengan menggunakan obor. Harimau yang berkeliaran di pemukiman warga jelas mengkhawatirkan dan meresahkan.
“Harimau itu melukai kaki bagian bawah lutut pria itu dan juga di bawah pinggangnya. “Kata petugas kepolisian setempat, Gresham Mandy, seperti dilansir Reuters.
“Keputusan sudah polisi buat untuk menyuntik mati hewan itu untuk mencegah tragedi lebih lanjut pagi ini,” tambahnya.
Polisi telah menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencoba menemukan harimau itu. Sampai akhirnya terlihat pada Rabu dini hari sedang memasuki sebuah tempat tinggal di Johannesburg.
Keberadaan Sheba menimbulkan pertanyaan tentang apakah hewan eksotis seperti harimau benggala sudah ada izin untuk menjadi hewan peliharaan di Afrika Selatan.
Aktivis hak hewan, Dr Louise de Waal menyatakan, menyuntik matinya Sheba adalah akhir yang menyedihkan bagi hewan malang yang tidak pernah meminta untuk menjadi hewan peliharaan di halaman belakang seseorang.
Orang yang memelihara Sheba menolak berbicara kepada media dan asal usul harimau itu pun tidak terketahui. Provinsi Gauteng di Afrika Selatan, tempat Johannesburg berada, tidak memerlukan izin untuk memiliki hewan liar dan eksotis.
Perhimpunan Nasional untuk Perlindungan Hewan (NSPCA), yang mengambil bagian dalam pencarian Sheba, mengatakan, petugas polisi berusaha membawanya kembali ke kandangnya tetapi upaya itu tidak berhasil dan keselamatan masyarakat lebih prioritas.
“Anda dapat melihat dengan jelas dalam situasi seperti ini, karena betapa longgarnya undang-undang dalam hal memelihara hewan-hewan ini, seringkali kesejahteraan hewan terabaikan begitu saja,” kata Keshvi Nair, petugas hubungan masyarakat di NSPCA.
