Di era digital saat ini, komunikasi semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform pesan instan. Namun, sebagai Muslim, kita harus tetap memperhatikan adab dan batasan dalam berkomunikasi, terutama dengan lawan jenis yang bukan mahram.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Maka janganlah kamu (para wanita) melembutkan suara dalam berbicara sehingga bangkit keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32)
Ayat ini mengajarkan bahwa interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram harus tetap terjaga kehormatannya. Dalam konteks komunikasi digital, adab ini harus diterapkan dalam cara kita berkirim pesan.
Beberapa prinsip utama dalam adab chat dengan lawan jenis:
Hanya chat jika ada keperluan penting. Tidak perlu mengobrol tanpa tujuan atau sekadar mengisi waktu.
Selesaikan percakapan dengan cepat. Hindari perbincangan yang berkepanjangan dan tidak bermanfaat.
Tidak perlu menggunakan emotikon yang bernuansa mesra. Simbol seperti 😍😘❤ bisa memberi kesan yang tidak pantas dan menimbulkan salah paham.
Jangan membahas urusan pribadi. Menjaga batasan agar tidak membuka ruang bagi godaan atau kedekatan yang tidak perlu.
Hindari bercanda berlebihan. Canda tawa yang berlebihan bisa menumbuhkan perasaan yang tidak seharusnya.
Langsung pada inti pembicaraan. Jangan bertele-tele atau mencari celah untuk memperpanjang obrolan.
Tidak perlu terlalu sering berkomunikasi. Jika bukan urusan mendesak, sebaiknya hindari membiasakan chatting dengan lawan jenis.
Menjaga diri dari fitnah dan salah paham. Seakrab apa pun hubungan dengan lawan jenis, tetap jaga kehormatan dengan membatasi komunikasi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَافْعَلْ مَا شِئْتَ
“Di antara hal yang didapatkan manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: Jika engkau tidak malu, maka lakukanlah sesukamu.” (HR. Bukhari)
Islam mengajarkan untuk selalu menjaga rasa malu, terutama dalam interaksi dengan lawan jenis. Chat yang tidak terkontrol bisa menjadi pintu fitnah yang merusak kesucian hati dan hubungan seseorang.
Mari kita menjaga adab dalam komunikasi digital agar tetap dalam koridor syariat dan terhindar dari hal-hal yang bisa menjerumuskan dalam kesalahan.
